Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Natalius Pigai Yang Awali Karier Sebagai Tukang Parkir Hingga Jadi Menteri HAM

Redaksi Radar Nganjuk • Jumat, 1 November 2024 | 18:32 WIB
Photo
Photo

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Pengangkatan Natalius Pigai sebagai Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) dalam Kabinet Merah Putih periode 2024-2029 menarik perhatian publik. Presiden Prabowo Subianto mengumumkan Natalius Pigai sebagai salah satu anggota kabinetnya pada Minggu, 20 Oktober 2024, di Istana Negara, Jakarta.

Natalius Pigai mengungkapkan bahwa ia pernah bekerja sebagai juru parkir di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Pigai kepada pimpinan dan anggota Komisi XIII DPR RI di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta Pusat. Pigai mengungkapkan bahwa dirinya bukanlah orang yang gemar membaca.

"Bapak pimpinan dan para anggota yang saya hormati, saya mungkin tidak terlalu banyak membaca ya, bahan-bahan yang disediakan oleh kami ya, karena saya sendiri berasal dari tukang parkir Pak dulu di Depnakertrans, Transmigrasi, Kalibata, itu. Saya tukang parkir, juru parkir," ujar Pigai dalam rapat Kamis (31/10/2024).

Pigai kemudian melanjutkan kariernya sebagai karyawan honorer dan akhirnya mengikuti seleksi untuk menjadi pegawai negeri sipil (CPNS). Selanjutnya, ia menceritakan pengalamannya sebagai pimpinan Komnas HAM pada periode 2012–2017 sebelum akhirnya menjabat sebagai menteri.

"Setelah itu jadi honor, sesudah honor jadi CPNS, CPBS jadi PNS, jadi staf antar-antar surat fotocopy. Jadi staf khusus dapat jabatan struktural fungsional jadi pimpinan Komnas HAM, sekarang menteri," lanjutnya.

Karena hal itu, ia merasa memiliki pengalaman yang cukup untuk memimpin Kementerian HAM. Ia menyebut pengalaman tersebut sebagai bekal untuk melangkah ke depan.

"Oleh karena itu, penataan organisasi kelembagaan saya sudah pasti punya pengalaman," pungkasnya.

Sebagai putra asli Papua dengan rekam jejak yang panjang dalam advokasi HAM, Pigai menghadirkan pengalaman dan komitmen untuk memperjuangkan hak-hak masyarakat, khususnya yang terpinggirkan.

Editor : Redaksi Radar Nganjuk