Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Fakta Baru Kasus Agus Buntung Mulai Bermunculan

Redaksi Radar Nganjuk • Selasa, 3 Desember 2024 | 20:46 WIB
Photo
Photo

NGANJUK, JP Radar Nganjuk – Agus “Buntung”, seorang pemuda dengan disabilitas fisik, akhirnya angkat bicara terkait tuduhan pemerkosaan yang dialamatkan kepadanya. Pemuda asal Mataram tersebut dengan tegas membantah tuduhan tersebut dan membeberkan kronologi peristiwa yang terjadi.

Menurut penuturan Agus yang tersebar di berbagai sosial media, kejadian bermula saat ia sedang berjalan-jalan di teras Udayana dan berkenalan dengan seorang wanita. Wanita tersebut kemudian menawarkan diri untuk mengantarnya kembali ke kampus. Namun, hal yang tak terduga terjadi di perjalanan.

"Di tengah jalan, dia malah membawa saya ke sebuah homestay. Kami berdua masuk ke sana, bahkan dia yang membayar homestay itu," ungkap Agus.

Agus juga menambahkan bahwa saat berada di dalam kamar, hubungan yang terjadi adalah atas dasar suka sama suka. "Saya ikut saja sampai masuk ke kamar dan kami melakukan itu semua. Jadi ini dasar suka sama suka," katanya.



Reaksi dan Kesaksian Warganet



Kasus ini memicu perbincangan hangat di media sosial. Banyak warganet mempertanyakan logika di balik kejadian tersebut.
Seorang pengguna akun media sosial, @ulyaul299, menuliskan, "Selaku itu Agus, kalah cowo non disabilitas ???? ga ganteng, ga pnya uang, ga pnya tangan, tapi cewe2 itu mau… logika aja deh."

 


Komentar ini pun disambut oleh pengguna lain, @merr193_, yang mengatakan, "Sering saya lihat dia lewat depan warung, malah boncengan ama cewe cantik kurus dipeluk pula pas di bonceng. Agus lho, gaul orangnya, penampilannya luar biasa walau disabilitas," komentar akun @merr193_ di Instagram.


Komentar ini memicu respons dari netizen lainnya. Akun @haikal_syaputra94 menambahkan, "Yang kakak tahu, berapa cewek yang sudah dibonceng Agus, Kak? Tadi saya baca komenan netizen, katanya korbannya sudah ada delapan orang. Kasian banget sampai trauma ????."


Banyak yang menyimpulkan bahwa ada kemungkinan besar wanita tersebut berada di bawah pengaruh tertentu, seperti dugaan hipnotis. Namun, warganet tetap meminta agar kasus ini diusut tuntas untuk mengungkap kebenaran.



Dugaan Modus Hipnotis dan Ancaman Aib



Kasus ini semakin mencuri perhatian publik setelah jumlah korban yang melapor disebut telah mencapai 7 orang. Menurut tim advokasi korban, modus yang digunakan Agus adalah dengan cara hipnotis. Ia diduga memanfaatkan keadaan korban untuk membuat mereka menuruti kemauannya.



Menurut Tim Pendamping Korban Pelecehan, Andre Safutra, menuturkan, “Para korban adalah pelajar yang rata-rata baru masuk kuliah. Mereka semua adalah orang asing yang ditemui secara acak dan ruang terbuka.”

Editor : Redaksi Radar Nganjuk