JP Radar Nganjuk - Belakangan ini, nama Codeblu, seorang food reviewer, menjadi sorotan publik akibat tudingan pemerasan dan ulasan yang dianggap tidak beretika.
Pria dengan nama asli William Anderson ini ramai diperbincangkan lantaran adanya
beberapa kasus yang mencuat di media sosial.
Beberapa kasus tersebut antara lain adalah adanya tuduhan pemerasan terhadap bisnis kuliner dan ulasan yang dianggap menjatuhkan reputasi restoran.
Sebagai respons dari tindakan yang dilakukan Codeblu tersebut, beberapa restoran dan kafe mulai mengambil tindakan tegas dengan cara melarang Codeblu dan oknum food vloger sejenis agar tidak melakukan review makanan pada usahanya.
Salah satu kafe bahkan memasang plang larangan masuk khusus untuk Codeblu.
Selain itu, seruan boikot terhadap Codeblu sebagai food reviewer juga ramai di media sosial, dan berawal dari salah satu postingan akun Instagram @gastronusa.
Pada akun Instagram tersebut diunggah poster dengan foto codeblu dan berisikan seruan untuk memboikot Codeblu serta oknum food reviewer sejenisnya.
“Boikot oknum food reviewer, Tempat ini bukan objek bagi oknum food reviewer untuk mencari viewer dan engangement dengan dramatisasi sosmed, mencari keuntungan pribadi dengan menekan tempat usaha, sok-sokan menjadi food consultant atau inspektur kebersihan. untuk oknum food reviewer dengan 3 intensi tersebut, silahkan cari tempat lain!” Tegas postingan pada akun Instagram @gastronusa.
Dalam caption postingan tersebut juga menunjukkan seruan untuk warganet agar memboikot oknum food reviewer.
Serta membolehkan seseorang yang memiliki usaha untuk memakai poster foto yang telah diunggah oleh akun Instagram @gastronusa.
“buat resto yang menolak kehadiran oknum food reviewer, boleh pasang ini di tempat masing masing,” tegas Instagram @gastronusa
Selain itu akun Instagram @gastronusa menegaskan bahwa di era bisnis yang sedang lesu ini, kita tidak butuh masalah tambahan.
“Bisnis lagi lesu, kita ga butuh masalah tambahan!” Tandasnya.
Adanya fenomena gerakan boikot ini memunculkan diskusi lebih luas mengenai etika dalam memberikan ulasan dan hubungan antara reviewer dengan pelaku usaha kuliner.
Penulis: Effa Desiana Hidayah
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira