Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Ekonomi & Bisnis Lifestyle Seni & Budaya Opini Khazanah Video

UGM Tepis Tuduhan Ijazah dan Skripsi Jokowi Palsu Gara-gara Font Times New Roman, Begini Klarifikasinya

Redaksi Radar Nganjuk • Jumat, 21 Maret 2025 | 21:16 WIB
UGM Tepis Tuduhan Ijazah dan Skripsi Jokowi Palsu Gara-gara Font Times New Roman.
UGM Tepis Tuduhan Ijazah dan Skripsi Jokowi Palsu Gara-gara Font Times New Roman.

JP Radar Nganjuk - Baru-baru ini, media sosial kembali dihebohkan dengan tuduhan yang menyebutkan bahwa ijazah dan skripsi mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang diterbitkan oleh Universitas Gadjah Mada (UGM) adalah palsu.

Tuduhan tersebut muncul setelah Rismon Hasiholan Sianipar, seorang mantan dosen Universitas Mataram, menyatakan bahwa ada kejanggalan pada dokumen tersebut.

Ia mengungkapkan bahwa sampul dan lembar pengesahan skripsi Jokowi menggunakan font Times New Roman, yang menurutnya tidak sesuai dengan penggunaan font pada era 1980-an hingga 1990-an.

Rismon menyatakan bahwa font tersebut belum populer digunakan pada waktu itu, yang akhirnya menimbulkan keraguan tentang keaslian dokumen tersebut.

Menanggapi tuduhan tersebut, pihak Universitas Gadjah Mada langsung memberikan klarifikasi melalui Dekan Fakultas Kehutanan, Sigit Sunarta.

Sigit mengungkapkan bahwa tuduhan yang beredar di masyarakat sangat menyesatkan dan tidak berdasarkan pada fakta yang benar.

Menurutnya, pada masa tersebut, font Times New Roman memang sudah digunakan secara umum di berbagai percetakan di sekitar kampus UGM.

Salah satu percetakan yang menyediakan jasa pencetakan skripsi dan dokumen lainnya adalah percetakan Prima dan Sanur, yang sudah lama beroperasi di sekitar UGM.

Karena itu, penggunaan font Times New Roman pada dokumen Jokowi bukanlah sesuatu yang tidak mungkin terjadi pada waktu itu.

Lebih lanjut, Sigit juga menjelaskan bahwa nomor seri ijazah yang terdapat pada ijazah Jokowi menggunakan sistem penomoran yang sudah berlaku di Fakultas Kehutanan pada masa itu.

“Sistem penomoran tersebut menggunakan angka urutan nomor induk mahasiswa yang diluluskan dan ditambah dengan kode FKT (Fakultas Kehutanan),” ujar sigit.

Hal ini sesuai dengan kebijakan fakultas pada saat itu dan tidak ada yang aneh atau tidak biasa mengenai hal tersebut.

Frono Jiwo, salah satu teman seangkatan Jokowi yang juga lulusan UGM pada tahun 1985, turut memberikan klarifikasi mengenai hal ini.

Frono menyatakan bahwa ijazah yang dimilikinya dapat dibandingkan langsung dengan ijazah Jokowi.

Menurutnya, kedua ijazah tersebut memiliki kesamaan, kecuali pada nomor kelulusan yang berbeda antara Universitas dan Fakultas.

Ia menegaskan bahwa tidak ada yang mencurigakan atau berbeda antara ijazah Jokowi dan miliknya.

UGM pun berharap agar masyarakat tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan dan senantiasa mengutamakan klarifikasi resmi dari pihak yang berwenang.

UGM menegaskan bahwa informasi mengenai ijazah dan skripsi Jokowi harus didasarkan pada fakta yang valid dan jelas.

Pihak universitas juga meminta agar semua pihak untuk tidak mempercayai spekulasi yang berkembang tanpa dasar yang jelas.

Dalam hal ini, UGM tetap konsisten untuk memberikan penjelasan yang transparan dan mengedepankan kebenaran dalam merespons berbagai tuduhan yang muncul.

Dengan klarifikasi yang telah disampaikan oleh UGM dan pihak terkait, diharapkan masyarakat dapat lebih memahami situasi ini dan tidak terjebak dalam informasi yang tidak akurat.

Penulis: Effa Desiana Hidayah

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#Berita Hari Ini #ugm #viral #ijazah palsu jokowi #jokowi #klarifikasi