JP Radar Nganjuk - PLTB Sidrap, yang berlokasi di Kabupaten Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan, merupakan pembangkit listrik tenaga angin pertama di Indonesia sekaligus yang terbesar di Asia Tenggara. Pembangunannya dimulai pada Agustus 2015 dan selesai pada Maret 2018, sebelum akhirnya diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada 2 Juli 2018.
Pemilihan lokasi ini bukan tanpa alasan, karena wilayah tersebut memiliki angin yang cukup kuat dan stabil, sehingga sangat potensial untuk dikembangkan sebagai sumber energi terbarukan.
PLTB Sidrap dilengkapi dengan 30 turbin angin raksasa yang diproduksi oleh Gamesa Lolica Corporation. Setiap turbin mampu menghasilkan listrik sebesar 2,5 megawatt, sehingga total kapasitasnya mencapai sekitar 75 megawatt. Energi yang dihasilkan ini cukup untuk memenuhi kebutuhan listrik sekitar 70.000 rumah.
Listrik yang dihasilkan kemudian disalurkan ke jaringan kelistrikan di Sulawesi bagian selatan, mencakup wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tengah. Turbin-turbin tersebut berdiri kokoh di atas menara baja setinggi 80 meter dengan baling-baling sepanjang 57 meter, yang tersebar di lahan seluas 100 hektar di kawasan perbukitan Pabbaresseng.
Pembangunan PLTB ini sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2006 tentang Kebijakan Energi Nasional, yang mendorong pengembangan energi terbarukan untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. PLTB Sidrap dikembangkan oleh PT UPC Sidrap Bayu Energi, yang merupakan bagian dari konsorsium UPC Renewables.
Baca Juga: Warga Kediri Waspada! Gempa Sulawesi Utara Mengguncang Panik Masyarakat
Pada tahun 2020, perusahaan ini berencana memperluas proyek dengan membangun PLTB Sidrap II, yang akan menambah 21 turbin angin baru dengan kapasitas tambahan sekitar 60-70 megawatt. Turbin-turbin baru ini dirancang dengan ukuran yang lebih besar agar dapat menghasilkan lebih banyak energi.
Selain menjadi sumber listrik yang ramah lingkungan dan membantu mengurangi polusi, PLTB Sidrap juga memiliki daya tarik wisata. Pemandangan deretan kincir angin raksasa yang berdiri di antara perbukitan hijau dengan latar langit biru menciptakan suasana yang mengingatkan pada lanskap khas Belanda.
Keindahan alam dan teknologi canggih yang berpadu di tempat ini menjadikannya destinasi menarik bagi wisatawan. Harapannya, semakin banyak PLTB yang dibangun di Indonesia agar energi bersih semakin dimanfaatkan demi lingkungan yang lebih sehat dan masa depan yang lebih berkelanjutan.
Author : Nawal Aulia
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira