JP Radar Nganjuk – Pantai pangandaran merupakan salah satu pantai yang ada di Indonesia dengan keindahan tersendiri yang mampu menarik para pengunjung untuk menghabiskan waktu disana.
Balum lagi di momen libur Lebaran, pantai yang berlokasi di Desa Penanjung, Pangandaran, Jawa Barat itu menjadi salah satu destinasi wisata yang banyak di kunjungi oleh para wisatawan.
Di pangandaran sendiri, terdapat beberapa zona berbaaya yang sebenarnya telah ditandai dengan banner larangan yang terbentang di beberapa titik, untuk tidak berenang di area tersebut.
Namun, sering kali para pengunjung tidak memperhatikan larangan tersebut atau bahkan dengan sengaja mengabaikannya.
Sebuah video yang merekam penjaga Pantai Pangandaran tengah terlibat adu mulut dengan salah satu pengunjung yang hendak berenang di zona bahaya viral di media sosial.
Dari informasi yang beredar, diketahui kejadian tersebut terjadi saat periode libur Hari Raya Idul Fitri, Senin (7/4) kemarin.
Dalam video tersebut, Nampak penjaga pantai yang mengenakan kaos berwarna kuning terlihat kesal karena kelelahan berulang kali menghimbau para wisatawan yang tetap nekat berenang di zona bahaya yang sudah di tandai.
Penjaga pantai tersebut berbicara dengan nada yang tegas, sembari memberikan larangan kepada wisatawan tersebut. “Kalo bapak kebawa arus, siapa juga yang tanggung jawab? Saya,” ujar penjaga pantai tersebut.
Berulang kali diberikan himbauan namun tidak diindahkan dan malah memulai pertengkaran, sang penjaga pantai pun memilih untuk melenggang pergi dari sana.
Penjaga pantai yang pergi dari tempat pun mengatakan jika wisatawan yang tidak bisa diatur demi keselamatan mereka sendiri, semuanya kembali pada keputusan mereka ingin mematuhi larangan atau tidak. “Kalo gak bisa diatur, terserah.” Tandas sang panjaga pantai.
Larangan yang dibuat buka semerta-merta hanya sebagai pajangan saja. Larangan dibuat tujuannya untuk menghindarkan kita dari bahaya.
Jika tidak mematuhi aturan yang dibuat terlebih di wilayah orang lain dan kita sebagai pengjung, maka siapa yang akan bertanggung jawab jika nantinya terjadi sesuatu dengan kita?
Penulis: Nabila Syifa'ul Fuada Lii Dzikrilla
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira