JP Radar Nganjuk – Pantai menjadi salah satu destinasi wisata yang sering kali menjadi pilihan banyak orang untuk menghabiskan waktunya untuk melepas beban dari keseharian.
Banyak kegiatan yang bisa dilakukan disana. Seperti bermain air laut. Namun, ombak pantai dapat berubah menjadi bahaya yang tidak pernah diduga sebelumnya.
Kabar duka datang dari 2 orang pelajar asal Boyolali yang ditemukan dalam keadaan yang sudah tidak bernyawa setelah terseret ombak menuju ke tengah laut dan hanya satu temannya yang selamat.
Kejadian tersebut terjadi di Pantai Klanyar, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur pada Sabtu (12/4) kemarin pagi.
Diketahui, sebelumnya kedua korban bersama dengan salah seorang temannya yang berasal dari Klaten datang ke kawasan Pantai Klayar sehari sebelum kejadian. Lebih tepatnya pada Jum’at (11/4) lalu pukul 16.00 WIB.
Korban bersama dengan temannya yang memang berniat untuk bermalam di pantai tersebut pun mendirikan sebuah tenda.
Pada pagi harinya, Sabtu (12/4) sekitar pukul 07.00 WIB, kedua korban dan teman mereka asal Klaten tersebut bermain air di pantai.
Pada saat itu, di kawasan tersebut juga terdapat sejumlah remaja yang duduk bersantai melihat pantai dan juga melihat ketiganya masuk kedalam air.
Tanpa diduga, sebuah ombak besar datang menerjang ketiganya dan menyeret merek hingga ke tengah laut.
Salah seorang remaja yang berada dalam kawasan tersebut seketika berteriak untuk meminta pertolongan. Namun, hanya FR (16), warga asal Klaten yang berangkat bersama kedua korban tersebut yang selamat.
Sebelum ditemukan, kedua korban, IR (17) dan AY (18), terlihat terombang-ambing ditengah gelombang laut yang cukup besar.
Terdapat juga video yang tersebar luas dimedia sosial, yang menunjukkan bagaimana kondisi korban yang terombang ambing di laut sebelum akhirnya di evakuasi oleh tim Penolong Klayar.
Tim berusaha untuk memberikan pertolongan kepada kedua korban. Namun, korban ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia sekitar pukul 08.30 WIB.
Kedua korban segera dibawa ke Puskesmas Donorojo untuk dilakukan visum sebelum akhirnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Penulis: Nabila Syifa'ul Fuada Lii Dzikrilla
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira