Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Dianggap Kontroversial, Pujian Prabowo pada Atatürk Tuai Respons Politik Tanah Air

Redaksi Radar Nganjuk • Senin, 21 April 2025 | 03:34 WIB
Prabowo Sahkan UU TNI: Masa Jabatan Panglima dan Kepala Staf Bisa Hingga 7-12 Tahun
Prabowo Sahkan UU TNI: Masa Jabatan Panglima dan Kepala Staf Bisa Hingga 7-12 Tahun

JP Radar Nganjuk– Presiden RI terpilih Prabowo Subianto menuai sorotan usai menyampaikan pidato yang memuji sosok Mustafa Kemal Atatürk saat kunjungan kenegaraan ke Turki.

Pujian terhadap tokoh sekuler pendiri Republik Turki itu memancing perdebatan, terutama di tengah masyarakat Turki yang hingga kini masih terbelah dalam menilai warisan Atatürk.

Dalam pidatonya di parlemen Turki, Prabowo menyebut Atatürk sebagai contoh teladan dalam keberanian, kepemimpinan, dan nasionalisme.

Ia bahkan mengaku memiliki patung Atatürk di kantornya di Jakarta sebagai bentuk penghargaan terhadap tokoh tersebut.

“Saya sangat mengagumi sejarah Turki, termasuk sosok Sultan Muhammad Al-Fatih dan Mustafa Kemal Atatürk yang memberi banyak pelajaran tentang keberanian dan kepemimpinan,” ujar Prabowo seperti dikutip dalam kunjungannya pada awal April lalu.

Namun, pernyataan itu justru menimbulkan kegaduhan di kalangan pengamat dan publik Turki.

Sebagian pihak menilai Prabowo kurang memahami dinamika dan konflik internal yang masih berkembang di negara tersebut.

Pasalnya, Atatürk merupakan figur yang identik dengan sekularisme dan reformasi yang kontroversial di mata kelompok konservatif di Turki.

Tak hanya itu, kontroversi lain muncul saat Prabowo berpidato dalam KTT Developing Eight (D-8) di Kairo, Mesir.

Dalam forum tersebut, Prabowo menyentil kurangnya solidaritas negara-negara Muslim terhadap perjuangan rakyat Palestina.

Ia menyinggung adanya politik adu domba yang menyebabkan perpecahan di antara sesama negara Muslim.

Pidato itu diduga menjadi alasan Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan memilih keluar ruangan saat giliran Prabowo berbicara.

Aksi walkout tersebut memunculkan spekulasi ketegangan diplomatik antara kedua negara.

Meski demikian, Duta Besar Turki untuk Indonesia, Talip Küçükcan, menegaskan bahwa sikap Erdoğan itu bukan bentuk penghinaan terhadap Prabowo.

Menurutnya, keluar ruangan dalam forum internasional merupakan hal biasa dan tidak selalu mengandung makna politis.

Pengamat hubungan internasional menilai, sikap Prabowo yang memuji Atatürk dan secara terbuka mengkritik negara-negara Muslim lainnya dapat dipandang kurang sensitif.

“Beliau terkesan terlalu menggurui negara lain. Ini bisa menimbulkan resistensi dalam pergaulan diplomasi global,” kata salah satu analis seperti dikutip dari Langka Today.

Penulis: Effa Desiana Hidayah

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#berita nganjuk hari ini #berita nganjuk terbaru #viral #prabowo #turki #ataturk turki