Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Pesan Perpisahan Paus Fransiskus: Seruan Damai dan Kasih Sebelum Berpulang

Elna Malika • Senin, 21 April 2025 | 23:03 WIB
Pesan Perpisahan Paus Fransiskus: Seruan Damai dan Kasih Sebelum Berpulang
Pesan Perpisahan Paus Fransiskus: Seruan Damai dan Kasih Sebelum Berpulang

JP Radar Nganjuk – Pesan Perpisahan Paus Fransiskus: Seruan Damai dan Kasih Sebelum Berpulang tampak lemah, menggunakan kursi roda dan alat bantu pernapasan.

Ia tidak memimpin Misa Paskah secara langsung, tetapi tetap hadir untuk menyapa ribuan umat yang berkumpul.

Dalam pesannya, yang dibacakan oleh seorang kardinal pendamping, Paus Fransiskus menyerukan gencatan senjata segera di wilayah konflik, khususnya di Gaza.

“Hentikan kekerasan, bebaskan sandera, dan biarkan perdamaian menang,” katanya dengan nada penuh harap.

Ia juga mengutuk segala bentuk kebencian, termasuk antisemitisme, dan menyerukan solidaritas dengan mereka yang menderita akibat perang dan ketidakadilan.

“Paskah adalah waktu kebangkitan dan harapan. Mari kita bangun dunia yang lebih penuh kasih, di mana tidak ada lagi air mata bagi yang tertindas,” ujarnya.

Pesan ini, yang kini dikenang sebagai testamentum spiritualnya, menegaskan komitmennya terhadap dialog antaragama dan keadilan sosial.

Paus Fransiskus, yang lahir sebagai Jorge Mario Bergoglio di Argentina, dikenal karena pendekatannya yang progresif selama masa kepemimpinannya sejak 2013.

Dalam pesan terakhirnya, ia juga menyapa umat secara personal, meminta maaf atas keterbatasannya akibat usia dan kesehatan.

“Saya hanyalah hamba Tuhan yang lemah, tetapi hati saya selalu bersama kalian,” katanya, disambut isak tangis dari kerumunan.

Menurut Kardinal Pietro Parolin, Sekretaris Negara Vatikan, Paus Fransiskus menghabiskan malam sebelum wafatnya dalam doa dan refleksi.

Ia juga menulis catatan singkat kepada para kardinal, meminta Gereja untuk tetap setia pada misi melayani yang miskin dan terpinggirkan.

“Jangan takut menghadapi dunia dengan kasih, karena kasih itu abadi,” tulisnya dalam catatan yang kini beredar luas di kalangan umat.

Kepergian Paus Fransiskus meninggalkan luka mendalam, tetapi pesan terakhirnya menjadi mercusuar harapan.

Di media sosial, umat dari berbagai penjuru dunia membagikan kutipan-kutipannya, dengan tagar #GraziePapaFrancesco menjadi tren di X.

“Pesannya adalah panggilan untuk kita semua agar hidup lebih manusiawi,” tulis seorang pengguna dari Brasil.

Saat Vatikan bersiap untuk konklaf memilih paus baru, pesan terakhir Paus Fransiskus terus bergema, mengingatkan dunia akan kekuatan kasih dan perdamaian di tengah tantangan zaman.

Warisannya sebagai “paus rakyat” akan terus menginspirasi jutaan orang untuk menjalani hidup dengan kerendahan hati dan keberanian.

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#Breaking News #berita nganjuk hari ini #umat katolik #Paus Fransiscus #vatikan #wafat #pesan terakhir