Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Vatikan Ungkap Penyebab Meninggalnya Paus Fransiskus: Stroke dan Gagal Jantung

Elna Malika • Selasa, 22 April 2025 | 20:50 WIB
Vatikan Ungkap Penyebab Meninggalnya Paus Fransiskus: Stroke dan Gagal Jantung
Vatikan Ungkap Penyebab Meninggalnya Paus Fransiskus: Stroke dan Gagal Jantung

JP Radar Nganjuk - Vatikan telah merilis pernyataan resmi mengenai penyebab wafatnya Paus Fransiskus, yang meninggal dunia pada Senin, 21 April 2025, di usia 88 tahun.

Menurut laporan medis dari Direktur Direktorat Kesehatan dan Higiene Negara Kota Vatikan, Dr. Andrea Arcangeli, Paus Fransiskus meninggal akibat stroke yang diikuti oleh koma dan kolaps kardiosirkulatori yang tidak dapat dipulihkan.

Kematian ini dikonfirmasi melalui prosedur thanatografi elektrokardiografi, yang merupakan metode standar untuk memastikan kematian.

Sebelum wafat, Paus Fransiskus memiliki riwayat kesehatan yang kompleks. Ia sempat dirawat selama lima pekan di Rumah Sakit Gemelli, Roma, sejak 14 Februari 2025, karena menderita pneumonia bilateral akibat infeksi polimikroba.

Kondisi ini diperparah oleh bronkiektasis multipel, hipertensi arteri, dan diabetes tipe II. Selama perawatan, Paus mengalami dua episode gagal pernapasan akut, yang membuat kondisinya kritis.

Meski sempat menunjukkan tanda-tanda pemulihan dan kembali ke kediamannya di Casa Santa Marta, Vatikan, kesehatannya tetap rapuh.

Pada 20 April 2025, sehari sebelum meninggal, Paus Fransiskus masih tampil di hadapan publik untuk menyampaikan berkat Paskah "Urbi et Orbi" dari balkon Basilika Santo Petrus.

Dalam kondisi lemah, ia didampingi ajudan yang membacakan pesannya, menyerukan perdamaian di Gaza dan mengecam antisemitisme global. Penampilan ini menjadi momen terakhirnya di hadapan umat Katolik.

Dr. Arcangeli menegaskan bahwa stroke yang dialami Paus Fransiskus menjadi pemicu utama kematiannya, diperparah oleh riwayat penyakit kronis yang telah lama dideritanya.

Selain itu, Vatikan juga mempublikasikan wasiat spiritual Paus Fransiskus, yang meminta pemakamannya dilakukan secara sederhana di Basilika Santa Maria Maggiore, tanpa kemegahan tradisional tiga peti mati.

Kematian Paus Fransiskus memicu gelombang duka cita dari seluruh dunia. Pemimpin dunia, termasuk Presiden Indonesia Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni, menyampaikan belasungkawa, memuji dedikasi Paus terhadap perdamaian dan kemanusiaan.

Umat Katolik di berbagai negara, termasuk Argentina, menggelar doa bersama untuk menghormati warisan Paus yang dikenal dengan kesederhanaan dan kepeduliannya terhadap kaum miskin.

Paus Fransiskus, yang lahir sebagai Jorge Mario Bergoglio, menjabat sebagai Paus sejak 13 Maret 2013. Ia dikenal sebagai Paus pertama dari Amerika Latin dan anggota Serikat Yesus (Jesuit).

Hingga akhir hidupnya, ia tetap teguh memperjuangkan nilai-nilai kasih, perdamaian, dan keadilan sosial, meninggalkan jejak mendalam bagi Gereja Katolik dan dunia.

Editor : Elna Malika
#berita nganjuk hari ini #umat katolik #vatikan #wafat #Paus Franciscus Vatikan