JP Radar Nganjuk – Kenakalan remaja sampai saat ini masih menjadi salah satu permasalahan sosial yang terjadi hampir diseluruh wilayah di Indonesia.
Mabuk-mabukan, tawuran, saling serang dengan senjata tajam serta kenakalan lainnya yang meresahan masyarakat menjadi suatu hal yang perlu mendapat perhatian lebih.
Tidak hanya bagi orang tua saja, masyarakat dan pemerintah juga harus bekerja sama agar kenakalan remaja tidak semakin merebak dan merusak para penurus bangsa.
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Dedi Mulyadi selaku Gubernur Jawa Barat mengungkapkan rencananya untuk membuat suatu program dimana anak-anak remaja yang nakal akan dibina didalam kompleks militer.
Tidak tanggung-tanggung, masa pembinaan yang akan dijalani remaja-remaja nakal tersebut akan berlangsung selama 6 bulan.
Nantinya, para orang tua cukup menelepon tentara. Nantinya, para tentara akan datang menjemput anak-anak yang sulit untuk diatur dan dibina selama kurun waktu tersebut.
“Dibawa itu anak, dimasukkan ke kompleks militer. Biar nyangkul, mikul, dilatih baris, nangis itu anak sadar diri minta maaf ke ayah ibunya, enam bulan dikembalikan lagi,” ucap Dedi, dilansir dari Radar Bogor.
Dedi juga mengatakan bahwa program tersebut mencotoh program yang telah dijalankan di Tiongkok.
Rencananya, dedi akan melakukan MoU atau nota kesepakatan bersama dengan TNI Angkatan Darat untuk menjalankan program tersebut di Jawa Barat.
Terkait kapan pastinya program tersebut akan dilaksanakan di Jawa Barat, belum diungkapkan oleh Dedi. Namun, dalam waktu dekat ini, ia berencana untuk meneken kerja sama dengan pihak TNI.
Penulis: Nabila Syifa'ul Fuada Lii Dzikrilla
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira