Nganjuk, JP Radar Nganjuk - Coachella 2025 kembali menjadi sorotan sebagai salah satu festival musik terbesar di dunia, tetapi di balik gemerlap panggung dan deretan artis papan atas, terdapat berbagai sisi gelap yang sering luput dari perhatian publik. Dari harga tiket yang semakin mahal hingga tantangan logistik bagi para pengunjung, festival ini memiliki berbagai aspek yang patut dikritisi.
Salah satu masalah utama yang dihadapi pengunjung adalah harga tiket yang semakin tinggi. Tiket masuk reguler Coachella 2025 dibanderol sekitar USD600 atau setara Rp10 juta, belum termasuk biaya perjalanan, penginapan, dan konsumsi. Bahkan, lebih dari 60 persen pengunjung mengandalkan sistem cicilan untuk membeli tiket. Hal ini menunjukkan bahwa festival ini semakin sulit dijangkau oleh masyarakat umum dan lebih banyak didominasi oleh kalangan berduit.
Meskipun Coachella menawarkan pengalaman eksklusif bagi pengunjung, beberapa fasilitas dasar seperti mandi dan toilet masih menjadi tantangan. Pengunjung yang ingin mandi dengan nyaman harus membayar sekitar Rp167 ribu per sekali mandi, sementara antrean untuk fasilitas gratis bisa memakan waktu berjam-jam.
Festival ini juga terkenal dengan kemacetan parah yang bisa membuat pengunjung terjebak hingga 12 jam hanya untuk mencapai lokasi. Selain itu, suhu ekstrem di Indio, California, menjadi tantangan tersendiri. Di siang hari, suhu bisa mencapai 40 derajat Celsius, membuat pengunjung harus ekstra hati-hati agar tidak mengalami dehidrasi.
Coachella juga semakin didominasi oleh influencer dan selebriti, yang membuat festival ini terasa lebih eksklusif bagi penggemar musik biasa. Banyak pengunjung merasa bahwa festival ini malah menjadi lebih berfokus pada citra sosial dan gaya hidup mewah daripada pengalaman musik yang autentik.
Penulis: Laila Karima