JP Radar Nganjuk – Kabar menghilangnya seorang pendaki asal Temanggung, Jawa Tengah pada Sabtu (19/4) lalu membuat gempar masyarakat. Pasalnya, pendaki tersebut melewati jalur pendakian Ilegal yang sudah dilarang oleh Balai Taman Nasional Gunung Merbabu (BTNGMb)
Mirisnya, masih banyak para pendaki yang nekat untuk melakukan pendakian dijalur tersebut.
Kini, tim SAR dari BTNGMb tengah melakukan pencarian terhadap pendaki berusia berusia 50 tahun tersebut bersama dengan relawan yang ikut membantu. Sampai saat ini, masih belum ada kabar terbaru terkait pencarian pendaki tersebut dari tim.
Dikutip dari Radar Solo, Hilangnya pendaki yang nekat melewati jalur pendakian terlarang membuat BTNGMb kembali menegaskan bahwa hanya ada 4 jalur pendakian resmi yang bisa dilewati oleh pendaki.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Seksi Pengelolaan Wilayah Taman Nasional Wilayah 1 Kopeng Chomsatun. Ia menyebutkan jalur pendakian resmi Gunung Merbabu yang dapat dilalui oleh para pendaki adalah Jalur Thekelan, Selo, Suwanting, dan Wekas.
Chomsatun juga mengatakan, bahwa ada satu jalur pendakian resmi lagi yaitu jalur Cuntel. Namun, jalur tersebut kini tidak terbuka untuk umum dan hanya digunakan untuk pelatihan saja.
“Kami ingin menegaskan kembali, seperti yang telah disampaikan oleh Kasubbag TU BTNGMb, Jalur Timboa tidak terdaftar secara resmi. Jadi, pendaki tersebut tidak memiliki izin untuk menggunakan jalur tersebut,” ujar Chomsatun kembali menegaskan terkait jalur pendakian resmi Gunung Merbabu.
Chomsatun juga mengatakan, bahwa pihaknya tidak pernah memberikan izin kepada para pendaki yang melewati jalur pendakian Timboa yang merupakan jalur ilegal meskipun pendaki mendapatkan izin dari keluarga.
“Izin yang mungkin diberikan kepada keluarga, tidak kami terima. Kami selaku pemangku kawasan nasional tidak pernah memberikan izin kepada pendaki yang menggunakan jalur Timboa,” ujar Chomsatun.
Meskipun melewati jalur terlarang, pihak BTNGMb tetap mendukung upaya untuk melakukan pencarian karena lokasi menghilangnya pendaki itu masih berada dikawasan Taman Nasional.
Chomsatun juga berharap, agar pencarian yang dilakukan dapat menemuka titik terang dan pendaki yang menghilang tersebut dapat segera ditemukan.
“Kami berharap survivor bisa ditemukan secepatnya,” tandasnya.
Penulis: Nabila Syifa'ul Fuada Lii Dzikrilla
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira