JP Radar Nganjuk – Pendaki asal Temanggung yang dikabarkan menghilang beberapa waktu terakhir ternyata adalah seorang ASN Dinekes Temanggu dan bukanlah pendaki sembarangan.
Ia adalah Sugeng Parwoto (50) yang dilaporkan hilang saat mendaki Gunung Merbabu, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah melalui jalur pendakian Timboa pada Jumat (18/4) lalu.
Menurut informasi, Sugeng adalah seorang asisten apoteker yang berstatus sebagai Aparatus Sipil Negara (ASN) dan telah bertugas di Dinas Kessehatan (Dinker) Temanggung selama 25 tahun.
Sugeng memang diketahui memiliki hobi untuk mendaki gunung. Ia juga sering kali melakukan kegiatan tersebut setiap akhir pekan. Hal tersebut dibenarkan oleh Saninto Budi Setyawan, Sekertaris Dinkes Temanggu.
“Sudah terbiasa naik gunung dan biasanya dilakukan saat akhir pekan,” ujar Saninto
Menurut informasi yang beredar di media sosial, ternyata Sugeng diketahui memang sering menggunakan jalur pendakian Timboa untuk mendaki Gunung Merbabu.
Bukan tanpa alasan, ternyata ia sengaja melalui jalur pendakian terlarang itu untuk melakukan perawatan sebuah situs purbakala yang ada di Timboa.
Dikutip dari Radar Solo, ada sejumlah peninggalan purbakala seperti yang memang ditemukan di Timboa, yaitu tangga, teras, juga struktur batu tanah. Ditemukan juga beberapa artefak seperti prasasti gerabah dan gentong batu.
Melalui kajian awal yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Boyolali pada tahun 2023 lalu, diprediksi situs yang ditemukan itu ada pada masa 1449 Saka atau 1527 Masehi.
Meskipun begitu, BTNGMb menetapkan jalur Timboa bukan jalur resmi pendakian Gunung Merbabu dan tetap melarang para pendaki untuk melewati jalur tersebut. larang itu juga berlaku bagi masyarakat umum.
Sebelum dinyatakan hilang, ada enam kelompok pendaki yang pada malam Jumat (18/4) itu turut mendirikan tenda di lokasi Sugeng mendirikan tenda.
Tetapi, pada Sabtu (19/4) dini harinya, sekitar pukul 02.00 WIB, hujan badai menerjang puncak Gunung Merbabu.
Setelah badai usai, keenam pendaki tersebut tidak menemukan sugeng di tendanya. Para pendaki itu hanya menemukan barang-barang Sugeng yaitu botol minum dan sarung tangan saja.
Penulis: Nabila Syifa'ul Fuada Lii Dzikrilla
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira