JP Radar Nganjuk – Ibu Kota Ukraina, Kyiv, kembali menjadi sasaran serangan Rusia.
Serangan rudal yang dilancarkan Rusia pada pagi hari ini menyebabkan sedikitnya 2 orang tewas dan lebih dari 60 lainnya terluka, termasuk enam di antaranya adalah anak-anak.
Insiden ini terjadi setelah Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menolak usulan Amerika Serikat yang menginginkan Ukraina menyerahkan Krimea sebagai bagian dari upaya perdamaian.
Menurut informasi yang dihimpun dari Kyiv Independent, serangan ini melibatkan serangkaian rudal dan drone yang menghantam berbagai kawasan di Kyiv.
Serangan ini datang hanya beberapa jam setelah Presiden Zelensky dengan tegas menolak tawaran dari Amerika Serikat yang mengusulkan Ukraina untuk menyerahkan Krimea.
Penolakan ini kemungkinan menjadi pemicu utama dilancarkannya serangan besar-besaran tersebut oleh Rusia.
Meski sistem pertahanan udara Ukraina terus berupaya mencegat sebagian besar serangan, namun dampak dari serangan yang berhasil menembus pertahanan sangat besar.
Banyak korban jiwa dan kerusakan material yang ditimbulkan.
Pemerintah Ukraina langsung mengutuk keras serangan ini dan menyerukan dukungan internasional lebih lanjut untuk memperkuat kemampuan pertahanan serta melindungi warga sipil dari ancaman yang semakin memburuk.
Serangan ini menambah panjang daftar serangan rudal Rusia terhadap Kyiv dan sejumlah kota lainnya di Ukraina sejak awal konflik pecah.
Hingga kini, layanan darurat masih terus bekerja keras untuk memberikan pertolongan kepada para korban.
Penulis: Effa Desiana Hidayah
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira