JP Radar Nganjuk – Dua anak laki-laki yang masih duduk dibangku sekolah dasar dan dikabarkan menghilang oleh keluarga sejak 15 April lalu, ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa di dua lokasi yang berbeda. Kabar ditemukannya kedua anak itu membuat keluarga terpukul.
Polisi telah menangkap pelaku penghilangan nyawa ARP (8) dan AB (9). Fakta mengejutkan yang terungkap, pelaku yang tega menghabisi nyawa korban itu adalah P (17), yang merupakan tentangga korban sendiri.
Warga awalnya menemukan jasad anak laki-laki di Sungai Muara Jenggalu dalam kondisi terikat didalam sebuah karung yang diberi pemberat batu agar jasad itu tenggelam. Jasad tersebut ditemukan oleh warga pada Minggu (20/4) lalu.
Polisi akhirnya melakukan penyelidikan terhadap jasad tersebut, Hingga akhirnya menemukan mayat anak laki-laki lain dengan kondisi yang serupa dengan jasad pertama yang ditemukan oleh warga dihari berikutnya.
Jasad anak laki-laki kedua ditemukan di dalam septic tank di salah stau rumah warga yang berada di Kelurahan Kandang pada Senin (21/4) lalu.
Setelah mengumpulkan bukti-bukti yang cukup, Polisi akhirnya menangkap P (17) yang menjadi dalang dari penghilangan nyawa kedua anak laki-laki itu.
Dari hasil pemeriksaan, polisi akhirnya mengungkap modus serta motif pelaku menghilangkan nyawa korban.
Awalnya pelaku merasa kesal karena ikan yang berada dikolamnya sering kali hilang. Sampai suatu hari, pelaku melihat kedua korban memancing ikan dikolamnya. Dengan amarah yang tidak bisa di tahan lagi, pelaku memiting leher korban dan menenggelamkan korban hingga tewas.
Korban yang sudah tidak bernyawa diikat tubuhnya sebelum akhirnya dimasukkan kedalam karung. Korban yang pertama dibuang oleh pelaku ke sungai dan memberikan batu sebagai pemberat agar korban tenggelam.
Tetapi, saat akan membuang jasad korban kedua, pelaku kehabisan waktu dan panik karena orang tua pelaku hampir tiba dirumah. Pelaku akhirnya membuang jasad korban kedua ke dalam septic tank.
Polisi juga mengamankan orang tua pelaku dari rumah untuk menghindari luapan emosi dan amukan dari keluarga korban yang ditinggalkan.
Penulis: Nabila Syifa'ul Fuada Liii Dzikrilla
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira