Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Momen Haru Menag Nasaruddin Umar Saat Berbagi Keakraban dengan Paus Fransiskus

Elna Malika • Jumat, 25 April 2025 | 17:08 WIB
Momen Haru Menag Nasaruddin Umar Saat Berbagi Keakraban dengan Paus Fransiskus
Momen Haru Menag Nasaruddin Umar Saat Berbagi Keakraban dengan Paus Fransiskus
 
JP Radar Nganjuk - Nasaruddin, yang juga menjabat sebagai Imam Besar Masjid Istiqlal, menceritakan bahwa momen tersebut terjadi saat mereka berbincang di sela-sela agenda kunjungan Paus di Masjid Istiqlal.
 
Dalam suasana penuh kehangatan, Paus Fransiskus memegang tangan Nasaruddin dengan erat, seolah ingin memperpanjang momen kebersamaan mereka.
 
"Saya merasa tidak enak karena ada orang lain yang ingin bersalaman, tapi tangan saya terus dipegang oleh beliau. Saya tidak bisa melepaskan tangan saya karena itu akan terasa kurang sopan," ungkap Nasaruddin dengan nada haru.
 
 
Keakraban ini semakin terasa ketika Nasaruddin dan Paus Fransiskus berkomunikasi menggunakan bahasa Arab, bahasa yang ternyata lebih mudah dipahami oleh Paus dibandingkan bahasa Inggris.
 
Nasaruddin menyebut bahwa Paus, yang pernah tinggal di kawasan Timur Tengah, menunjukkan respons yang lebih antusias saat mereka berbincang dalam bahasa Arab.
 
"Saya coba berbicara dalam bahasa Inggris, tapi responsnya kurang. Ketika saya beralih ke bahasa Arab, beliau langsung merespons dengan sangat baik," cerita Nasaruddin, yang juga mengenang Paus sebagai sosok yang hangat dan penuh perhatian.
 
 
Momen puncak kebersamaan mereka terjadi saat sesi foto di Masjid Istiqlal. Dalam suasana yang spontan dan penuh kasih, Nasaruddin mencium kepala Paus Fransiskus, mengingatkan dirinya pada sosok ayahnya yang memiliki kemiripan fisik.
 
Sebagai balasan, Paus dengan penuh hormat mencium tangan Nasaruddin, sebuah gestur yang mencerminkan kerendahan hati dan saling menghargai.
 
"Saat itu, saya teringat bapak saya. Botaknya sama, dan saya merasa seperti sedang bersama ayah saya sendiri," ujar Nasaruddin, menambahkan bahwa momen tersebut terasa sangat manusiawi dan tanpa rekayasa.
 
 
Kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia, termasuk ke Masjid Istiqlal dan Terowongan Silaturahmi yang menghubungkan masjid tersebut dengan Gereja Katedral, menjadi simbol kuat toleransi dan persaudaraan antarumat beragama.
 
Dalam pertemuan itu, Nasaruddin dan Paus juga membahas isu-isu kemanusiaan, perdamaian, dan pentingnya menjaga harmoni lintas agama, yang menjadi salah satu fokus utama kunjungan apostolik Paus ke Indonesia.
 
Nasaruddin mengenang Paus Fransiskus sebagai sosok yang sederhana namun penuh makna dalam setiap tindakannya.
 
Bahkan setelah Paus wafat pada April 2025 di usia 88 tahun, kenangan akan kebersamaan
Editor : Elna Malika
#Nasaruddin Umar cium kening Paus Fransiskus #berita nganjuk hari ini #radar nganjuk #menag #Paus Franciscus Vatikan #Masjid istqlal