Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Misa Requiem Penghormatan Terakhir untuk Paus Fransiskus Jelang Pemakaman

Elna Malika • Jumat, 25 April 2025 | 18:51 WIB
Misa Requiem Penghormatan Terakhir untuk Paus Fransiskus Jelang Pemakaman
Misa Requiem Penghormatan Terakhir untuk Paus Fransiskus Jelang Pemakaman
 
JP Radar Nganjuk - Pada Kamis, 24 April 2025, umat Katolik di berbagai penjuru dunia, termasuk di Indonesia, menggelar Misa Requiem atau Misa Arwah untuk mendoakan Paus Fransiskus yang wafat pada Senin, 21 April 2025, di usia 88 tahun.
 
Misa ini menjadi bagian dari rangkaian penghormatan terakhir sebelum pemakaman Paus dijadwalkan pada Sabtu, 26 April 2025, di Lapangan Santo Petrus, Vatikan, yang akan disiarkan langsung ke seluruh dunia.
 
Di Jakarta, Gereja Katedral mengadakan Misa Requiem pada pukul 18.00 WIB, dihadiri ribuan umat Katolik yang memadati gereja hingga ke area parkir.
 
Prosesi berlangsung dengan penuh kekhidmatan, dipimpin oleh para imam dan diawali dengan Liturgi Sabda, diikuti doa-doa untuk keselamatan jiwa Paus Fransiskus.
 
 
Layar besar disediakan di halaman gereja agar umat yang tidak kebagian tempat di dalam dapat mengikuti misa dengan baik.
 
Momen ini menjadi wujud solidaritas spiritual umat Katolik Indonesia dengan komunitas global, mengenang sosok Paus yang dikenal rendah hati dan peduli pada kaum miskin.
 
Paus Fransiskus, yang lahir sebagai Jorge Mario Bergoglio, meninggalkan warisan mendalam selama 12 tahun kepemimpinannya.
 
Ia dikenal sebagai reformis yang menekankan keadilan sosial, perdamaian, dan dialog antaragama.
 
Pilihannya untuk dimakamkan di Basilika Santa Maria Maggiore, bukan di Basilika Santo Petrus, mencerminkan devosinya kepada Bunda Maria dan komitmennya pada kesederhanaan.
 
 
Ia juga meminta pemakaman sederhana dengan peti kayu tunggal berlapis seng, menghapus tradisi tiga peti yang rumit.
 
Selama tiga hari sebelum pemakaman, jenazah Paus disemayamkan di Basilika Santo Petrus, memungkinkan umat dan masyarakat umum memberikan penghormatan terakhir.
 
Prosesi pemindahan jenazah dari Casa Santa Marta ke Basilika pada Rabu, 23 April 2025, diiringi lebih dari 20.000 umat yang berkumpul di pelataran, menyanyikan doa dan nyanyian liturgi.
 
Kardinal Camerlengo Kevin Farrell memimpin ritus sertifikasi kematian dan penempatan jenazah ke peti pada Senin malam, menandai dimulainya masa berkabung sembilan hari yang disebut Novemdiales.
 
 
Misa Requiem ini tidak hanya menjadi ajang doa, tetapi juga refleksi atas pesan Paus Fransiskus tentang kasih dan keberpihakan kepada yang terpinggirkan.
 
Uskup Agung Jakarta, Kardinal Ignatius Suharyo, menegaskan bahwa kesederhanaan Paus adalah teladan berharga bagi umat manusia. “Ia mengajarkan kita untuk hidup sesuai nilai-nilai Injil dengan keberanian dan kasih,” ujarnya.
 
Pemakaman Paus Fransiskus pada 26 April akan ditutup dengan ritus Ultima Commendatio dan Valedictio, menandai akhir perjalanan seorang gembala yang telah menyentuh hati lebih dari 1,3 miliar umat Katolik.
 
Jenazahnya kemudian akan dibawa ke Basilika Santa Maria Maggiore untuk dimakamkan, sesuai keinginannya, di tempat yang ia anggap sebagai rumah spiritualnya.
 
Misa ini, bersama doa-doa umat, menjadi penghormatan terakhir untuk seorang pemimpin yang hidup dan wafat dalam kesederhanaan.
Editor : Elna Malika
#katedral jakarta #jelang pemakaman #radar nganjuk #vatikan #penghormatan terakhir #Paus Franciscus Vatikan #misa