Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

OJK Proyeksikan Pertumbuhan Kredit Perbankan 2025 Capai 9-11 Persen

Elna Malika • Senin, 28 April 2025 | 20:01 WIB
OJK Proyeksikan Pertumbuhan Kredit Perbankan 2025 Capai 9-11 Persen
OJK Proyeksikan Pertumbuhan Kredit Perbankan 2025 Capai 9-11 Persen
 
JP Radar Nganjuk - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan pandangan optimistis terhadap kinerja penyaluran kredit perbankan pada tahun 2025. Menurut OJK, kredit perbankan diperkirakan akan tumbuh dalam kisaran 9 hingga 11 persen sepanjang tahun tersebut.
 
Proyeksi ini disampaikan dalam Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK) 2025, yang menunjukkan target pertumbuhan serupa dengan yang ditetapkan pada tahun sebelumnya.
 
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menjelaskan bahwa meskipun tantangan ekonomi global pada 2025 berbeda dibandingkan tahun sebelumnya, sektor perbankan tetap menunjukkan optimisme.
 
“Target pertumbuhan kredit pada 2025 hampir sama dengan 2024, yaitu di kisaran 9-11 persen.
 
Meski situasi global menghadirkan dinamika baru, rencana bisnis bank secara keseluruhan menunjukkan keyakinan, baik dari sisi kredit maupun pengumpulan dana pihak ketiga,” ujar Dian saat ditemui di Gedung OJK Menara Radius Prawiro, Jakarta, pada Senin, 10 Februari 2025.
 
 
Proyeksi ini juga didukung oleh data Bank Indonesia, yang mencatat bahwa penyaluran kredit perbankan nasional pada Desember 2024 tumbuh sebesar 10,39 persen secara tahunan.
 
Pertumbuhan tersebut menjadi salah satu indikator positif yang mendorong keyakinan OJK terhadap kinerja perbankan di tahun berikutnya.
 
Selain itu, sektor perbankan disebut telah melakukan penyesuaian bisnis (business adjustment) dengan menurunkan tingkat keuntungan demi menjaga stabilitas pertumbuhan kredit.
 
Sementara itu, Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, memperkirakan bahwa penyaluran kredit pada 2025 bahkan dapat mencapai 10,78 persen secara tahunan.
 
Menurutnya, proyeksi ini didorong oleh stabilitas pertumbuhan ekonomi nasional yang diperkirakan tetap berada di angka sekitar 5 persen.
 
 
“Kredit investasi menjadi salah satu pendorong utama, mengingat realisasinya pada Desember 2024 menunjukkan pertumbuhan yang cukup signifikan,” ungkap Josua.
 
Optimisme ini menjadi sinyal positif bagi sektor keuangan di Indonesia, terutama dalam mendukung program prioritas nasional.
 
Namun, OJK juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan kredit dan stabilitas likuiditas, mengingat adanya tantangan global seperti ketidakpastian ekonomi dan dinamika geopolitik yang dapat memengaruhi sektor perbankan.
Editor : Elna Malika
#penyesuaian #PTIJK #radar nganjuk #ojk #bank indonesia #bisnis #bank permata #Proyeksi #kredit perbankan