Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Ini Penyebab Pendaki Asal Temanggung yang Menghilang di Jalur Pendakian Ilegal Meninggal Dunia

Redaksi Radar Nganjuk • Selasa, 29 April 2025 | 22:05 WIB
Ini Penyebab Pendaki Asal Temanggung yang Menghilang di Jalur Pendakian Ilegal Meninggal Dunia
Ini Penyebab Pendaki Asal Temanggung yang Menghilang di Jalur Pendakian Ilegal Meninggal Dunia

JP Radar Nganjuk – Sugeng Purwoto (50) akhirnya berhasil di temukan oleh tim SAR bersama para relawan setelah sepekan yang lalu dikabarkan menghilang, tepatnya pada Sabtu (19/4) lalu saat melakukan pendakian dijalur ilegal Timboa, Gunung Merbabu.

Pegawai Dinas Kesehatan (Dinkes) Temanggung tersebut ditemukan oleh tim dalam keadaan tidak bernyawa di sebuah jurang curam yang berada diantara Pos 4 dan Pos 5 pada Kamis (24/4) sore hari sekitar pukul 17.15 WIB.

Karena kondisi cuaca yang buruk serta jalur yang cukup ekstrem, proses evakuasi jasad Sugeng baru bisa dilakukan pada Jumat (25/5) dini harinya. Autopsi juga dilakukan untuk mengetahui penyebab meninggalnya ASN yang memang memiliki hobi mendaki disetiap akhir pekannya itu.

Dari hasil autopsi yang dilakukan, Kapolres Boyolali, AKBP Rosyid Hartanto menyebutkan bahwa korban meninggal dunia dikarenakan adanya pendarahan dibagian dalam kepala yang disebabkan oleh benda tumpul.

“Dari hasil autopsi, tidak ada hal yang mencurigakan. Penyebab dari kemariannya karena benda tumpul,” ujar Rosyid.

Dari olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang dilakukan, Sugeng diduga tergelincir masuk ke dalam jurang saat melewati jalur ilegal itu dan bagian kepalanya terbentur batu. Hasil autopsi juga tidak menunjukkan adanya kekerasan yang dialami korban sebelum akhrinya meninggal dunia.

Sugeng diperkirakan meninggal dunia pada Sabtu (19/4) bersamaan dengan ia yang dikabarkan menghilang oleh sejumlah pendaki yang sebelumnya sempat bermalam bersama.

Sugeng dilaporkan menghilang oleh sejumlah pendaki yang turut membangun tenda dan bermalam di tempat ia mendirikan tenda pada Jumat (18/4) lalu.

Keesokan harinya pada Sabtu (19/4) dini hari, puncak Gunung Lawu diterjang hujan badai. Saat hujan badai terjadi, pada pendaki berada di dalam tenda.

Pagi harinya setelah badai reda, para pendaki itu hanya menemukan tenda Sugeng serta beberapa barangnya saja tanpa Sugeng didalamnya.

Para pendaki pun melaporkan hal tersebut dan Sugeng dinyatakan menghilang pada Sabtu (19/4) lalu.

Penulis: Nabila Syifa'ul Fuada Lii Dzikrilla

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#Dalam #gunung merbabu #hari #Ini #ilegal #luka #jalur pendakian #hilang #radar nganjuk #timboa #meninggal #berita #KOTA ANGIN #pendaki