JP Radar Nganjuk – Ide yang awalnya hanya wacana didepan umum kini mulai ditindak lanjut secara nyata oleh Dedi Mulyadi selaku Gubernur Provinsi Jawa Barat untuk mengatasi masalah kenalakan remaja yang terjadi di Wilayah Jabar.
Dedi melihat, kasus kenakalan remaja yang terjadi di Jawa Barat semakin meningkat dan meresahkan masyarakat. Aksi tawuran antar kelompok pelajar yang membawa senjata tajam yang telah dimodifikasi agar bisa melumpuhkan lawan mereka turut membuat khawatir dan takut masyarakat.
Dedi pun mengusung sebuah ide untuk mengatasi kenakalan remaja yang terjadi di wilayah Jawa Barat dengan mengirim mereka ke barak dan dibina oleh langsung oleh para anggota TNI.
Kini, program yang akan dilaksanakan dalam kurun waktu yang belum ditentukan itu telah mencapai teken kerjasama antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan TNI AD.
Sebagai bentuk dukungan atas ide dari Gubernur Jawa Barat itu, TNI siap menerima para siswa nakal yang akan dibina di barak selama beberapa waktu kedepan sesuai dengan batas waktu yang akan ditentukan.
Rencana pembinaan siswa nakal itu menuai beragam respon dari masyarakat dan warganet. Ada yang setuju ada juga yang menolak adanya program tersebut diterapkan di Jawa Barat.
Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian, turut memberikan tanggapan terkait ide yang diusung oleh Dedi Mulyadi. Ia mengatakan, rencana yang digagas oleh Gubernur Jabar itu diharapkan tidak sampai mengesampingkan hak-hak siswa dalam menerima pendidikan formal selayaknya pelajar lainnya.
Menurut Lalu, rencana Dedi untuk menggandeng TNI untuk membina siswa nakal dapat membantu untuk membantu membentuk karakter serta disiplin generasi muda.
Tetapi, juga perlu adanya kajian lebih mendalam terkait rencana tersebut. Selain itu, perlu juga diadakannya diskusi bersama dengan pemerintah pusat, ahli pendidikan serta para pemangku kepentingan.
Dedi Mulyadi sendiri mengungkapkan, tujuan dilaksanakannya program itu untuk membina para siswa yang berperilaku menyimpang dari norma yang berlaku dan merugikan diri sendiri serta orang lain.
Ia juga mengatakan, bahwa pelaksanaan program tersebut tidak akan dilakukan serentak di 27 kabupaten/kota yang ada di Jabar, melainkan secara bertahap dimulai dari wilayah yang rawan dengan kasus kenakalan remaja dan tempat pembinaan yang telah siap.
Rencananya, program tersebut akan mulai berjalan pada tanggal 2 Mei mendatang.
Penulis: Nabila Syifa'ul Fuada Lii Dzikrilla
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira