JP Radar Nganjuk – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi memperlihatkan progres nyata dari sebuah ide yang disusungnya untuk mengatasi permasalah kenakalan para remaja bersama dengan Tentara Negara Indonesia (TNI) Angkatan Darat (AD) di wilayah Jawa Barat.
Hal itu ditunjukan dengan adanya kerjasama hitam diatas putih yang telah di tanda tangani antara TNI AD dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebagai bentuk kerjasama antara kedia belah pihak.
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Wahyu Yudhayana mengatakan bahwa pihaknya siap untuk menerima siswa nakal yang ada di Jawa Barat untuk di bisa sebagai bentuk respon dari ide Dedi Mulyadi beberapa waktu yang lalu.
Walaupun belum mencakup wilayah Jawa Barat secara keseluruhan, sudah ada sejumlah lokasi yang akan dipertimbangkan untuk menjadi tempat para siswa-siswa naka akan di bina.
Para siswa yang dibina akan difokuskan pada pembentukan karakter mereka untuk lebih baik lagi.
Terkait kriteria siswa nakal yang akan mendapatkan pembinaan dari TNI AD, Dedi Mulyadi menyebutkan beberapa diantaranya seperti yang suka bermalas-malasa, minum-minuman keras, ikut tawuran dengan membawa senjata tajam, dan tindakan lainnya yang dinilai mengganggu bahkan membahayakan masyarakat.
Namun, masih belum ada pemberitahuan resmi terkait kriteria siswa nakal seperti apa yang akan menerima pembinaan dari TNI AD.
Untuk lebih tepatnya kapan program ini mulai dijalankan, Wahyu mengatakan bahwa pihaknya akan membicarakan hal tersbeut lebih lanjut dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. “Untuk rencana waktu pelaksanaan akan dibicarakan secara lebih perinci dengan Pemprov Jabar,” ujar Wahyu pada Senin (28/4) lalu.
Penulis: Nabila Syifa'ul Fuada Lii Dzikrilla
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira