JP Radar Nganjuk- Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bakal mulai menggulirkan program kontroversial.
Mulai Kamis (2/5), siswa yang dianggap bermasalah akan dibina di barak militer.
Program ini disebut sebagai langkah konkret untuk membentuk karakter, kedisiplinan, dan kesehatan mental pelajar yang kerap berbuat onar.
Dalam pernyataan yang disampaikan di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (29/4), Dedi menjelaskan bahwa siswa yang bakal dijaring ke program ini bukan hanya yang suka tawuran atau bolos sekolah.
Tapi juga mereka yang kecanduan gim, seperti Mobile Legends, hingga anak-anak yang kerap melawan orang tua.
"Tukang tawuran, tukang mabuk, tukang main Mobile Legends. Yang kalau malam melek terus, paginya baru bangun," kata Dedi.
Ia juga menyebut bahwa siswa yang suka bikin ribut di sekolah, bahkan yang tidak sampai masuk kelas meski sudah berangkat dari rumah, juga jadi target program.
Dedi menegaskan, pembinaan ala militer ini bukan pelatihan tempur. Siswa akan tinggal di barak militer selama enam bulan dan menjalani pembinaan non-akademis.
“Bukan latihan perang. Tapi pembentukan mental, fisik, dan pola hidup yang sehat,” ujarnya.
Nantinya, para siswa akan dijemput langsung oleh TNI ke rumah masing-masing.
Selama masa pembinaan, mereka tidak mengikuti kegiatan sekolah formal.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat bekerja sama dengan TNI dan pemerintah kabupaten/kota untuk menyiapkan sekitar 30 hingga 40 barak khusus.
Program ini akan diberlakukan bertahap. Daerah-daerah yang dianggap rawan akan menjadi lokasi uji coba awal sebelum diterapkan secara menyeluruh di 27 kabupaten/kota di Jabar.
Dedi menilai langkah ini perlu segera diambil, apalagi setelah muncul sejumlah kasus ekstrem.
Salah satunya melibatkan dua pelajar SMP yang tega menganiaya kakek mereka hanya karena dilarang keluar malam untuk bermain gim di taman umum demi mengakses WiFi gratis.
"Kalau cuma dibahas terus di seminar, nggak akan ada perubahan. Ini saatnya bertindak nyata," tegas mantan Bupati Purwakarta itu.
Penulis: Effa Desiana Hidayah
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira