JP Radar Nagnjuk – Belum selesai bertempur dengan api yang berkobar di Yarussalem, badai pasir dahsyat melanda wilayah selatan Israel tepatnya di Kota Jenin pada Kamis (1/5).
Sejumlah video yang beredar di media sosial memperlihatkan angin kencang bercampur pasir menerjang dan menyebabkan kekacauan. Bahkan badai ini terjadi hingga mencapai sebuah pangkalan militer di Negev seperti yang dilaporkan oleh media lokal Israel Channel 12.
Dalam video yang dibagikan terlihat tentara yang kesulitan menutup gerbang karena angin kencang bercampur angin yang menerjang.
“Beginilah kondisi Pangkalan Shivta (di Negev) sore ini saat badai pasir yang tidak biasa melanda,” info Channel 12, Kamis (1/4).
Sementara itu tim pemadam kebakaran terus berusaha mengatasi kebakaran hutan yang menyebar di pinggiran Yarussalem. Apalagi angin kencang dan badai pasir memperparah keadaan.
Menteri pertahana Israel Katz mengumumkan keadaan darurat nasional pada hari itu. Israel bahkan mengerahkan tim militernya untuk membantu mengevakuasi masyarakat yang tinggal di wilayah Yarussalem.
Selain itu, Menteri Luar Negeri Gideon Sa’ar meminta bantuan internasional di tengah kondisi kering dan angin kencang yang semakin memperparah kebakaran.
Italia dan Kroasia diperkirakan akan mengirimkan tiga pesawat pemadam kebakaran untuk membantu memadamkan api. Israel juga telah meminta bantuan kepada Yunani, Siprus dan Bulgaria.
Kebakaran ini terjadi sejak Rabu (30/4). Namun hingga Kamis (1/5) kebakaran besar ini masih belum bisa diatasi. Apalagi di daerah selatan Israel dilanda badai pasir yang menambah kekacauan.
Akibat peristiwa ini, perayaan Hari Kemerdekaan Israel ke-77 yang jatuh pada hari Kamis harus dibatalkan. Hari tu juga menjadi hari peringatan Palestina atas peristiwa Nakba (pembantaian massal yang dilakukan oleh Zionis).
Kebakaran ini dipicu oleh suhu yang tinggi dan angin kencang. Sekitar sembilan orang terluka dan 2.500 hektare lahan terbakar habis.
Penulis: Rozita Nur Azizah
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira