JP Radar Nganjuk – Program Pimbinaan Siswa Nakal yang diusung oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi dengan melibatkan Tentara Negara Indonesia (TNI) mendapatkan respon baik dari para orang tua.
Para siswa SMP di Purwakarta yang sebelumnya terlibat dalam aksi tawuran dengan sekolah lain, telah sampai di barak militer Resimen Armed 1/Stira Yudha, Batalyon Armed 9, Purwakarta, Jawa Barat pada Kamis (1/5) kemarin siang.
Para siswa SMP tersebut nantinya akan mendapatkan pembinaan selama beberapa waktu kedepan untuk pembentukan karakter yang lebih baik.
Dari sesi tanya jawab singkat yang dilakukan oleh Dedi Mulyadi bersama denga para wali murid sebelum diberangkatkannya para siswa ke barak, cukup banyak siswa yang menjadi korban perceraian kedua orang tuanya dan dititipkan ke sanak saudara yang lain.
Kurangnya perhatian yang diberikan oleh orang tua juga turut menjadi salah satu penyebab anak menjadi berubah.
Lingkup pergaulan yang kurang baik juga turut mempengaruhi perubahan sikap para siswa. Beberapa orang tua juga mengaku sudah tidak mampu untuk mengatasi kenakalan sang anak.
Para orang tua juga menyebut, program yang di gagas oleh Dedi Mulyadi dengan mengajak TNI untuk mengatas masalah siswa yang nakal, termasuk anak-anak mereka sangat membantu.
Pada saat pemberangkatan para siswa, para walid murid juga turut ikut mengantar anak-anak mereka dengan menggunakan sepedah motor hingga ke depan gerbang masuk barak militer Resimen Armed 1.
Kedatangan para siswa disambut oleh para anggota TNI yang berjejer di sepanjang jalan barak. Orang tua siswa yang berada di depan barak nampak tersenyum serta melambaikan tangan kepada anak-anak mereka yang akan menerima pembinaan anggota TNI selama beberapa waktu kedepan.
Rencanaya, 3 hari setelah para siswa masuk ke barak dan menerima pembinaan, Dedi Mulyadi akan datang berkunjung untuk mengetahui perkembangan dari siswa-siswa yang dibina itu.
Penulis: Nabila Syifa'ul Fuada Lii Dzikrilla
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira