JP Radar Nganjuk – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memimpin rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, untuk membahas percepatan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Rapat yang dihadiri sejumlah menteri Kabinet Merah Putih ini berfokus pada strategi peningkatan jumlah penerima manfaat hingga mencapai 20 juta jiwa pada Agustus 2025, sebagaimana target yang ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN).
Kepala BGN, Dadan Hindayana, menyampaikan bahwa program MBG merupakan langkah strategis untuk mendukung pembangunan sumber daya manusia (SDM) unggul menuju visi Indonesia Emas 2045.
“Program ini adalah investasi jangka panjang untuk memastikan anak-anak Indonesia, termasuk ibu hamil, menyusui, dan balita, mendapatkan asupan gizi yang memadai,” ujar Dadan usai rapat.
Ia menambahkan bahwa program ini telah menjangkau 31 provinsi dengan melibatkan 238 satuan pelayanan pemenuhan gizi dalam waktu singkat sejak diluncurkan.
Dalam rapat tersebut, Presiden Prabowo memberikan arahan agar semua kementerian terkait, termasuk Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, Kementerian Pertahanan, Kementerian Desa, Kementerian Koperasi, hingga TNI dan Polri, bersinergi untuk mempercepat implementasi MBG.
Dukungan juga datang dari Kementerian Keuangan dan Kementerian Sekretariat Negara untuk memastikan regulasi yang mendukung kelancaran program.
Menurut Dadan, BGN memiliki rencana bertahap untuk mencapai target 20 juta penerima manfaat.
“Hingga April 2025, kami menargetkan 3 juta penerima, kemudian meningkat menjadi 6 juta pada Agustus 2025. Dengan penguatan SDM dan infrastruktur, kami optimis bisa mencapai 20 juta penerima sesuai arahan Presiden,” jelasnya.
Presiden Prabowo juga menekankan pentingnya penguatan rantai pasok lokal, khususnya komoditas seperti telur, untuk memastikan manfaat program tidak hanya dirasakan oleh penerima, tetapi juga petani dan pelaku usaha lokal.
Bappenas diminta merancang konsep pengembangan peternakan ayam di wilayah-wilayah pelaksanaan MBG guna mendukung ketersediaan bahan baku.
Program MBG sendiri dirancang untuk mengatasi masalah gizi buruk dan stunting di Indonesia, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan ekonomi lokal.
Dengan komitmen lintas sektor, pemerintah optimis program ini akan menjadi tonggak penting dalam mewujudkan generasi Indonesia yang sehat dan produktif.
Editor : Elna Malika