Berita Seputar Nganjuk Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya

Patung Gajah Mungkur Gresik Rp 1 Miliar yang Viral Kini Mulai Rusak

Elna Malika • Minggu, 4 Mei 2025 - 06:25 WIB
Patung Gajah Mungkur Gresik Rp 1 Miliar yang Viral Kini Mulai Rusak
Patung Gajah Mungkur Gresik Rp 1 Miliar yang Viral Kini Mulai Rusak

JP Radar Nganjuk – Patung Gajah Mungkur, sebuah landmark ikonik di Simpang Lima Sukorame, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, kembali menjadi perbincangan publik.

Patung yang sempat viral pada 2020 karena bentuknya yang unik dan biaya pembuatannya yang mencapai hampir Rp 1 miliar ini kini diketahui mulai menunjukkan tanda-tanda kerusakan.

Beberapa bagian patung terlihat retak, memicu kritik dari warga yang mempertanyakan kualitas pembangunannya.

Patung Gajah Mungkur dibangun pada akhir 2019 melalui kerja sama antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik dan PT Petrokimia Gresik, dengan dana dari program Corporate Social Responsibility (CSR).

Dua patung gajah yang menjadi ciri khas simpang lima ini awalnya diharapkan dapat memperindah kota sekaligus mengenalkan warisan budaya Gresik, khususnya rumah heritage Gajah Mungkur yang dibangun pada 1896.

Namun, desain patung yang abstrak tanpa mata, telinga, dan detail gajah pada umumnya, menuai kontroversi karena dianggap lucu, aneh, bahkan tidak sesuai ekspektasi.

Menurut warga setempat, Subianto, keretakan pada patung diduga akibat proses pembangunan yang kurang cermat.

“Patungnya retak-retak, mungkin dalamnya tidak kokoh, hanya kulit luarnya saja yang dibuat,” ujarnya.

Ia membandingkan patung ini dengan patung biawak di Wonosobo yang hanya menelan biaya Rp 50 juta, namun dianggap lebih baik dari segi kualitas.

Warga lain, Mustofa, bahkan meragukan bahwa biaya pembuatan patung benar-benar mencapai Rp 1 miliar. “Mungkin cuma Rp 500 juta, tapi dilaporkan Rp 1 miliar. Ini kan sering terjadi,” katanya.

Pembangunan patung ini juga sempat memicu polemik. Ahli waris rumah Gajah Mungkur, Akhmad Khoiri, pada 2020 menyatakan ketidakpuasannya karena Pemkab Gresik tidak meminta izin kepada keluarganya sebelum mereplikasi patung tersebut.

Ia bahkan meminta patung dibongkar karena dianggap tidak menghormati etika dan nilai sejarah rumah tersebut.

Selain itu, hingga Februari 2025, landmark ini belum juga diresmikan oleh Pemkab Gresik, padahal sudah berdiri selama lima tahun.

Ida Lailatussa’diyah, yang saat pembangunan menjabat sebagai Asisten II Sekda Gresik dan bertanggung jawab atas desain patung, belum memberikan tanggapan terkait kerusakan ini.

Namun, pada 2020, ia menjelaskan bahwa desain abstrak dipilih untuk menghindari protes dari kalangan tertentu, mengingat Gresik dikenal sebagai kota santri yang sensitif terhadap pembuatan patung menyerupai makhluk hidup.

Kondisi patung yang mulai retak ini menambah panjang daftar kontroversi seputar Gajah Mungkur.

Warga berharap Pemkab Gresik segera mengambil tindakan, baik dengan memperbaiki patung atau mengevaluasi proyek serupa di masa depan, agar dana besar yang dikeluarkan tidak sia-sia.

Hingga kini, patung ini tetap menjadi bahan perbincangan, baik di dunia nyata maupun media sosial, sebagai simbol keunikan sekaligus pertanyaan besar tentang pengelolaan anggaran publik.

Editor : Elna Malika
#gresik #1 milyar #Patung Gajah Mungkur #biawak #Perbincangan Publik #pemkab gresik #radar nganjuk #CSR (corporate social responsibility) #wonosobo #viral #PT Petrokimia Gresik #retak