JP Radar Nganjuk – Balap liar yang dilakukan oleh para remaja masih sering kali dilakukan disejumlah wilayah di Indonesia. Hal tersebut tentunya menjadi salah satu masalah yang harus ditindak lanjut oleh pemerintah daerah karena mengganggu serta meresahkan masyarakat setempat.
Guberbur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, telah mengambil langkah untuk mengatasi permasalahan terkait kenakalan remaja di wilayah yang dipimpinnya dengan memasukkan para remaja ke barak militer untuk dibina oleh anggota TNI.
Program yang diusungnya tersebut telah berjalan beberapa hari yang lalu. Para siswa SMP di Purwakarta yang terlibat dalam aksi tawuran antar sekolah telah berada di barak selama 5 hari ini.
Hasilnya, Dedi Mulyadi senang karena para remaja yang mendapatkan pendidikan dari para anggota menunjukkan adanya perubahan dari yang sebelumnya.
Memiliki ide yang sama, Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie juga mengambil langkah untuk memasukkan para remaja yang terlibat dalam aksi balap liar di wilayahnya ke barak militer untuk mendapatkan pembinaan dari anggota TNI.
Rencana tersebut disampaikannya Dalam forum Tim Terpadu Penanganan Aksi Balap Liar yang digelar di Basement Kantor Wali Kota pada Jumat (2/5) lalu.
Sebelumnya, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) berhasil menjaring sebanyak 81 remaja yang terlibat dalam aksi balap liar. Dari jumlah tersebut, ada sebanyak 48 remaja yang turut terlibat dalam aksi balap liar, 29 remaja ditangkap karena menggunakan knalpot brong, dan 4 orang lainnya adalah penonton yang hadir di lokasi balap liar dilaksanakan.
Dalam forum tersebut, Tjhai Chui Mie juga turut menghadirkan para wali serta orang tua dari para remaja yang terjaring razia oleh Satpol PP dengan harapan, agar para remaja tidak lagi terlibat dalam aksi balap liar.
Tjhai Chui Mie juga mengatakan, telah banyak laporan yang masuk ke pihaknya terkait aksi balap liar yang dilakukan oleh para remaja tersebut. Laporan tersebut berasal dari masyarakat yang mengeluhkan suara bising dari kendaraan yang digunakan oleh remaja-remaja resebut.
“Banyak laporan masyarakat yang masuk ke kami, mengeluhkan balap liar ini. Suara bising knalpot, aksi ugal-ugalan, semua itu sangat mengganggu ketenangan warga. Ini tidak bisa dibiarkan,” ujar Tjhai Chui Mie denga tegas.
Untuk langkah selanjutnya, Pemerintah Kota akan menggandeng Resimen Induk Komando Daerah Militer (Rindam) XII/Tanjungpura yang merupakan lembaga pendidikan militer untuk memberikan pembinaan terhadap para remaja tersebut.
Penulis: Nabila Syifa'ul Fuada Lii Dzikrilla
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira