Ribuan Jemaah Haji Embarkasi Surabaya Masih Menanti Visa untuk Berangkat ke Tanah Suci
Elna Malika• Senin, 5 Mei 2025 | 21:15 WIB
Ribuan Jemaah Haji Embarkasi Surabaya Masih Menanti Visa untuk Berangkat ke Tanah Suci
JP Radar Nganjuk - Sebanyak 2.598 calon jemaah haji dari Embarkasi Surabaya masih belum mendapatkan visa haji menjelang keberangkatan musim haji 2025.
Kendala ini menjadi tantangan utama dalam proses pemberangkatan, khususnya untuk kloter awal (kloter 1 hingga 7) yang dijadwalkan menuju Madinah, Arab Saudi.
Meski demikian, progres penerbitan visa telah mencapai 92 persen, dengan 32.257 visa dari total jemaah sudah berhasil diterbitkan.
Kepala Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya, Akhmad Sruji Bahtiar, menjelaskan bahwa keterlambatan ini disebabkan oleh kendala teknis dalam pengurusan visa di Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta.
Ia menyampaikan permohonan maaf kepada para jemaah yang terdampak, karena ketidakpastian visa menyebabkan penundaan keberangkatan.
Jemaah yang visanya belum terbit tidak dapat langsung bergabung dengan kloter berikutnya, melainkan harus menunggu ketersediaan kursi terbuka (open seat) pada kloter lain.
Proses pengurusan visa haji dilakukan secara bertahap berdasarkan urutan kloter. Hingga akhir April 2025, sebanyak 79 dari 97 kloter telah rampung pengurusan visanya, dengan total 30.020 visa diterbitkan.
PPIH Embarkasi Surabaya terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mempercepat penyelesaian dokumen bagi 18 kloter tersisa.
Kendala visa ini bukan hanya dialami oleh Embarkasi Surabaya. Di wilayah lain, seperti Nusa Tenggara Barat (NTB), sekitar 800 jemaah juga belum mendapatkan visa akibat perubahan kebijakan haji antara 2024 dan 2025 serta gangguan pada sistem e-Hajj yang digunakan untuk pengajuan visa.
Meski begitu, Kementerian Agama memastikan bahwa jemaah yang tertunda akan dialihkan ke kloter lain agar tetap dapat berangkat pada musim haji tahun ini.
Bahtiar menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk memastikan semua jemaah dapat berangkat sesuai jadwal.
Ia juga mengimbau para jemaah untuk tetap sabar dan terus memantau informasi terbaru melalui Kementerian Agama setempat. “Kami terus berupaya agar semua dokumen selesai tepat waktu. Mohon doa dan kesabaran dari para jemaah,” ujarnya.
Sementara itu, persiapan lain seperti pemeriksaan kesehatan dan pengurusan paspor terus digenjot.
Dari data Kemenag Jawa Timur, sebanyak 34.726 jemaah di wilayah ini, termasuk dari Surabaya, telah memiliki paspor aktif. Proses rekam biometrik juga terus dilakukan untuk memenuhi syarat pengajuan visa.
Dengan batas waktu pemberangkatan kloter pertama yang semakin dekat, Kemenag Jawa Timur mengintensifkan koordinasi dengan Kedutaan Besar Arab Saudi dan maskapai penerbangan untuk memastikan kelancaran proses.
Diharapkan, sisa jemaah yang belum mendapatkan visa dapat segera terselesaikan agar mereka dapat melaksanakan ibadah haji dengan tenang dan lancar.