Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Ekonomi & Bisnis Lifestyle Seni & Budaya Opini Khazanah Video

Gibran Usulkan AI Masuk Kurikulum Sekolah, Namun Dinilai Tidak Tepat Sasaran! Simak Alasannya

Redaksi Radar Nganjuk • Senin, 5 Mei 2025 | 22:21 WIB
Gibran Usulkan AI Masuk Kurikulum Sekolah, Namun  Dinilai Tidak Tepat Sasaran! Simak Alasannya
Gibran Usulkan AI Masuk Kurikulum Sekolah, Namun Dinilai Tidak Tepat Sasaran! Simak Alasannya

JP Radar Nganjuk – Gagasan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk memasukkan kecerdasan buatan (AI) dan coding dalam kurikulum pendidikan dasar langsung menyita perhatian publik.

Di tengah gempuran era digital, usulan itu dipandang sebagian pihak sebagai langkah maju.

Namun, tak sedikit yang menganggapnya belum tepat sasaran. Gibran menegaskan, AI bukanlah sesuatu yang perlu ditakuti.

Sebaliknya, ia menyebut teknologi itu sebagai alat bantu manusia agar lebih produktif.

“Anak-anak sekarang harus dikenalkan sejak dini. Bukan untuk menggantikan peran manusia, tapi untuk mendukung,” ujar Gibran.

Gibran juga menyebut kurikulum ini sebagai bagian dari strategi menghadapi revolusi industri 5.0.

Ia berharap generasi muda Indonesia tak sekadar menjadi penonton dalam kemajuan teknologi global.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti memberi penjelasan soal rencana tersebut.

Menurutnya, AI dan coding bukan pelajaran wajib, tapi bersifat pilihan.

Ia menambahkan, pelajaran itu akan diberikan bertahap sambil menyiapkan tenaga pendidik dan infrastruktur pendukung di berbagai daerah.

Namun, pendapat berbeda disampaikan akademisi dari Universitas Gadjah Mada, Iradat.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Haji Embarkasi Surabaya Masih Menanti Visa untuk Berangkat ke Tanah Suci

Ia menilai, mengenalkan AI di usia dini harus mempertimbangkan aspek psikologis dan kesiapan anak.

“Sebelum belajar coding, anak-anak harus diajarkan tentang kesabaran dan ketelitian. Jangan terburu-buru,” ujarnya.

Hal senada juga disuarakan sejumlah pegiat pendidikan.

Mereka khawatir kurikulum semacam ini justru bisa menggeser fokus utama pendidikan dasar yaitu penguatan karakter.

Meski wacana ini membuka peluang besar, para ahli menyarankan agar pemerintah melakukan uji coba terbatas lebih dulu.

Dengan begitu, bisa diketahui sejauh mana efektivitas dan dampaknya terhadap siswa.

Penulis: Effa Desiana Hidayah

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#nganjuk viral #KURIKULUM AI #berita nganjuk hari ini #kurikulum sekolah #indonesia #wapres gibran beri pelatihan ai #Gibran AI #pendidikan #ai