Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Segera Tentukan Pengganti Paus Francis, Ini yang Dilakukan Pihak Vatikan

Internship Radar Kediri • Selasa, 6 Mei 2025 | 04:02 WIB
Suasana di dalam Vatikan
Suasana di dalam Vatikan

Nganjuk, JP Radar Nganjuk - Selepas Paus Franciscus tutup usia, pihak Vatikan bersiap-siap untuk melakukan pemilihan pemimpin umat katolik yang baru.

Memilih pemimpin selanjutnya untuk Gereja Katolik pastinya menjadi salah satu momen yang ditunggu dan akan ditangani dengan hati-hati.

Dilansir dari Aljazeera, pemilihan di Vatikan hanya akan mengikutsertakan 135 kardinal yang diperbolehkan untuk melakukan voting karena umur mereka masih dibawah 80 tahun dan hal tersebut sesuai dengan aturan pemilihan suara untuk memilih paus. Namun, apabila kardinal lain ingin untuk ikut serta dalam diskusi saja, maka diperbolehkan dan tidak memandang pembatasan usia.

Roberto Regoli yang merupakan seorang profesor dari Gereja Katolik di Rome’s Pontifical Gregorian University, pemilihan Paus Vatikan tidak seperti pemilihan pada umumnya. Tidak ada persaingan secara terbuka. Malah, jika ditanya kepada mayoritas orang, banyak yang tidak menginginkan posisi ini karena mengemban tanggung jawab besar untuk umat.

Pada hari pemilihan, sebanyak 135 kardinal yang memenuhi kualifikasi pemilih akan diisolasi di Vatican’s Sistine Chapel pada 7 Mei.

Kegiatan ini juga disebut sebagai konklaf atau rapat tertutup. Tidak ada yang diperbolehkan untuk mengakses informasi dari dunia luar seperti memegang ponsel, menggunakan internet, dan berkabar dengan orang lain. Tidak ada satupun dari kardinal yang termasuk voters diperbolehkan pergi sebelum Paus terpilih diumumkan.

Konklaf biasanya tidak hanya dilaksanakan dalam satu hari. Bahkan ketika masa pemilihan Paus Francis, konklaf dilakukan selama dua hari lamanya.

Cara mengetahui hasil dari konklaf adalah tanda asap yang akan keluar dari kapel Vatikan. Jika berwarna putih, artinya Paus baru telah terpilih. Sementara, jika berwarna hitma, artinya adalah tidak ada konsensus.

Penulis: Laila Karima

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#paus #vatikan #fransiskus