JP Radar Nganjuk – Cuaca ekstrem kembali melanda kawasan selatan Israel. Hujan deras yang turun sejak Minggu (4/5) dini hari menyebabkan sejumlah wilayah gurun di kawasan Negev terendam banjir. Akibatnya, beberapa jalan utama ditutup total oleh otoritas setempat karena dianggap membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Hujan lebat yang disertai angin kencang itu mengguyur wilayah Eilat dan sekitarnya tanpa henti selama beberapa jam.
Genangan air yang cukup tinggi membuat kendaraan tidak bisa melintas, bahkan beberapa pengendara dilaporkan terjebak di tengah jalan dan harus menunggu bantuan evakuasi dari petugas penyelamat.
Kepolisian Israel mengambil langkah cepat dengan menutup total empat ruas jalan utama yaitu Jalur 12, 40, 90, dan 204.
Penutupan ini dilakukan demi menjaga keselamatan masyarakat, karena selain tergenang air, beberapa ruas jalan juga mengalami longsor kecil akibat aliran air deras dari perbukitan di sekitarnya.
Tak hanya hujan deras, fenomena cuaca tak biasa juga terjadi di Kota Dimona yang terletak di tengah padang gurun.
Warga dikejutkan dengan hujan es yang turun cukup deras, menciptakan pemandangan tak biasa di kawasan yang biasanya panas dan kering.
Data dari Layanan Meteorologi Israel mencatat, curah hujan yang turun di wilayah Kibbutz Samar mencapai 34 milimeter, sementara di Kibbutz Yotvata tercatat 17 milimeter, angka yang biasanya hanya terjadi dalam waktu setahun penuh.
Hal ini menunjukkan bahwa intensitas hujan yang terjadi kali ini tergolong luar biasa dan berpotensi menimbulkan dampak yang lebih besar jika kondisi terus berlanjut.
Pemerintah dan pihak kepolisian telah mengeluarkan imbauan resmi kepada warga agar menunda segala bentuk perjalanan yang tidak mendesak ke wilayah selatan.
Warga juga diminta untuk tidak nekat menyeberangi jalan atau sungai yang tergenang, karena arus air bisa sangat deras dan membahayakan jiwa.
Pihak berwenang berharap kondisi cuaca akan membaik dalam waktu dekat, namun tetap siaga menghadapi segala kemungkinan.
Masyarakat diminta untuk tetap tenang namun waspada, dan terus mengikuti perkembangan melalui kanal informasi resmi.
Penulis: Rozita Nur Azizah
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira