Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Ekonomi & Bisnis Lifestyle Seni & Budaya Opini Khazanah Video

Akibat Rudal Balistik Yaman dan Israel Bersitegang, Akankah Amerika Serikat Ikut Campur?

Internship Radar Kediri • Rabu, 7 Mei 2025 | 03:05 WIB
Ahmad Yaseer Pemmpin Houthi Yaman Menyampaikan Orasinya di Depan Masyarakat
Ahmad Yaseer Pemmpin Houthi Yaman Menyampaikan Orasinya di Depan Masyarakat

Nganjuk, JP Radar Nganjuk - Ketegangan antara Israel dan kelompok Houthi di Yaman semakin meningkat setelah serangan rudal balistik yang menghantam Bandara Internasional Ben Gurion di Israel pada 4 Mei 2025. Serangan ini menyebabkan enam orang terluka dan sempat mengganggu lalu lintas udara. Militer Israel berusaha mencegat rudal tersebut, tetapi serangan ini tergolong langka karena berhasil menembus sistem pertahanan udara Israel. 

Sebagai respons, Israel melancarkan serangan udara terhadap wilayah Hudaydah di Yaman, yang diklaim sebagai lokasi kelompok Houthi. Sekitar 20 jet tempur Israel membombardir area tersebut, termasuk pelabuhan Hudaydah dan pabrik semen Bajil, yang menurut Israel digunakan sebagai sumber pasokan utama bagi Houthi. Kelompok Houthi menyebut serangan ini sebagai bentuk agresi gabungan Amerika Serikat-Israel, meskipun AS membantah keterlibatannya. 

Kelompok Houthi telah berulang kali meluncurkan serangan terhadap Israel sebagai bentuk solidaritas terhadap Palestina. Mereka mengklaim bahwa serangan rudal ke Bandara Ben Gurion dilakukan dengan rudal balistik hipersonik, yang menunjukkan peningkatan kemampuan militer mereka. 

Di tengah konflik ini, muncul pertanyaan besar. Akankah Amerika Serikat ikut campur?

Sejauh ini, AS telah mengambil sikap tegas terhadap Houthi dengan memasukkan mereka kembali ke dalam daftar organisasi teroris. Selain itu, AS telah melakukan serangan udara terhadap target Houthi di Yaman dalam beberapa bulan terakhir. 

Namun, meskipun Houthi menyebut serangan Israel sebagai agresi gabungan AS-Israel, Washington belum secara resmi mengonfirmasi keterlibatan langsungnya dalam serangan terbaru ini. 

Jika konflik terus meningkat, AS mungkin akan menghadapi tekanan untuk bertindak lebih jauh, baik dalam bentuk dukungan militer terhadap Israel maupun dalam upaya diplomasi untuk meredakan ketegangan. Namun, dengan situasi di Timur Tengah yang semakin kompleks, keputusan AS akan sangat bergantung pada dinamika politik global dan kepentingan strategisnya di kawasan. 

Penulis: Laila Karima

 

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#yaman #iran #amerika serikat