Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Angka Pengangguran di Indonesia Naik Tembus 7,28 Juta Jiwa

Redaksi Radar Nganjuk • Rabu, 7 Mei 2025 | 21:15 WIB
Ilustrasi para pelamar kerja
Ilustrasi para pelamar kerja

JP Radar Nganjuk – Meski roda ekonomi nasional terus berputar, tantangan di sektor ketenagakerjaan masih belum mereda.

Badan Pusat Statistik (BPS) baru saja merilis data terbaru yang mengungkap bahwa angka pengangguran di Indonesia kembali meningkat.

Pada Februari 2025, tercatat ada 7,28 juta orang yang tidak memiliki pekerjaan, atau naik sebanyak 83 ribu orang dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

 Baca Juga: Indonesia Duduki Peringkat Pertama Sebagai Negara dengan Tingkat Pengangguran Tertinggi di ASEAN! Cek faktanya

Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menjelaskan bahwa lonjakan pengangguran ini terjadi seiring dengan bertambahnya jumlah angkatan kerja.

Dalam kurun satu tahun, jumlah penduduk yang masuk dalam kategori angkatan kerja meningkat 3,67 juta orang, sehingga totalnya mencapai 153,05 juta jiwa.

Sayangnya, pertumbuhan angkatan kerja tersebut tidak diimbangi dengan tersedianya lapangan pekerjaan yang memadai, sehingga menyebabkan sebagian dari mereka akhirnya menganggur.

 Baca Juga: Disnaker Nganjuk Gelar Pelatihan Mengelas, DBHCHT untuk Tekan Pengangguran

Meskipun jumlah pengangguran naik, kabar baiknya adalah jumlah orang yang bekerja juga ikut bertambah. BPS mencatat ada peningkatan sebanyak 3,59 juta pekerja, menjadikan total pekerja aktif mencapai 145,77 juta jiwa.

Dari angka tersebut, mayoritas berada dalam kategori pekerja penuh, yakni sekitar 96,48 juta orang, sedangkan sisanya merupakan pekerja paruh waktu sebanyak 37,62 juta orang, serta pekerja setengah penganggur yang berjumlah 11,68 juta.

 Baca Juga: Disnaker Nganjuk Menggelar Pelatihan Berbasis Kompetensi bagi Canaker PT Kerta Rajasa Raya , Manfaatkan DBHCHT untuk Tekan Angka Pengangguran

Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) juga mengalami kenaikan menjadi 70,60 persen. Namun, jika dilihat berdasarkan jenis kelamin, masih ada kesenjangan yang cukup mencolok.

TPAK laki-laki tercatat sebesar 84,34 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan perempuan yang hanya mencapai 56,70 persen.

Ini menjadi sinyal bahwa partisipasi perempuan dalam dunia kerja masih belum optimal dan membutuhkan perhatian lebih dari berbagai pihak.

 Baca Juga: Waspada! Lowongan Kerja dari Tiga Negara Ini Berisiko Penipuan dan Perdagangan Manusia

Salah satu sorotan utama dari laporan ini adalah tingginya angka pengangguran di kalangan anak muda. Kelompok usia 15-24 tahun menyumbang tingkat pengangguran tertinggi, yakni mencapai 16,16 persen.

Ini berarti satu dari enam pemuda di Indonesia masih belum memiliki pekerjaan. Sementara itu, kelompok usia produktif 25-59 tahun mencatat angka 3,04 persen, dan kelompok usia lanjut (60 tahun ke atas) berada di angka 1,67 persen.

 Secara geografis, pengangguran masih lebih banyak ditemukan di wilayah perkotaan, dengan tingkat sebesar 5,73 persen. Angka ini lebih tinggi dibandingkan kawasan perdesaan yang berada di angka 3,33 persen.

Meskipun begitu, baik di kota maupun desa, secara umum terjadi penurunan tingkat pengangguran dibandingkan Februari tahun lalu, menandakan adanya perbaikan secara perlahan.

Pemerintah diharapkan dapat mengambil langkah lebih progresif dalam menangani persoalan ketenagakerjaan, khususnya dengan menyediakan lapangan kerja baru dan memperkuat pelatihan vokasi berbasis kebutuhan industri.

Apalagi, kelompok usia muda yang kini mendominasi demografi penduduk Indonesia merupakan aset penting yang harus diberdayakan agar tidak menjadi beban pembangunan ke depan.

Penulis: Rozita Nur Azizah

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#angkatan kerja #Berita Hari Ini #pengangguran #bps #lapangan kerja #radar nganjuk