Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Kongres PDIP 2025: Megawati Tetap Kokoh sebagai Pemimpin Utama

Elna Malika • Jumat, 9 Mei 2025 | 21:35 WIB
Kongres PDIP 2025: Megawati Tetap Kokoh sebagai Pemimpin Utama
Kongres PDIP 2025: Megawati Tetap Kokoh sebagai Pemimpin Utama

JP Radar Nganjuk - 
Kongres VI Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang dijadwalkan berlangsung pada 2025 menjadi momen penting dalam menegaskan arah politik partai berlambang banteng moncong putih ini.
 
Salah satu sorotan utama adalah posisi Megawati Soekarnoputri sebagai Ketua Umum, yang hingga kini tetap dianggap tak tergantikan oleh mayoritas kader.
 
Sejak pertama kali memimpin partai pada 1993, Megawati telah menjadi simbol kekuatan dan konsistensi PDIP, menjadikannya salah satu partai politik terbesar dan paling berpengaruh di Indonesia.
 
Megawati, yang juga pernah menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia kelima, telah memimpin PDIP melalui berbagai tantangan, mulai dari tekanan Orde Baru hingga dinamika politik pasca-reformasi.
 
Kepemimpinannya diakui tidak hanya karena pengalaman politiknya yang mumpuni, tetapi juga karena kemampuannya menjaga solidaritas internal partai.
 
 
Dalam Rakernas V PDIP pada Mei 2024, kader dari berbagai daerah secara bulat merekomendasikan agar Megawati kembali memimpin untuk periode 2025-2030.
 
Rekomendasi ini disampaikan langsung oleh Ketua DPP PDIP, Puan Maharani, yang menegaskan bahwa suara dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD) se-Indonesia kompak mendukung putri Soekarno tersebut.
 
Meski demikian, perjalanan menuju Kongres 2025 tidak sepenuhnya mulus. Pada akhir 2024, Megawati sempat mengungkapkan kekhawatirannya atas adanya “gelagat” dari pihak tertentu yang ingin mengacaukan kongres.
 
Ia menyinggung kemungkinan adanya upaya eksternal untuk menggoyang posisinya, termasuk melalui spanduk-spanduk yang mempertanyakan legalitas kepemimpinannya.
 
Isu ini diperkuat oleh pernyataan Ketua DPP PDIP Deddy Sitorus, yang menyebut adanya indikasi upaya sistematis untuk mengganggu partai, termasuk gugatan terhadap perpanjangan kepengurusan DPP PDIP.
 
Namun, gugatan tersebut akhirnya dicabut, dan PDIP menegaskan bahwa struktur kepemimpinannya tetap sah sesuai Ang| Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga partai.
 
 
Dukungan terhadap Megawati tidak hanya datang dari elite partai, tetapi juga dari akar rumput.
 
Salah satu bukti nyata adalah aksi simbolis cap jempol darah oleh DPC PDIP Kota Surabaya, yang menyatakan kesetiaan mereka hingga “titik darah terakhir” untuk mendukung Megawati sebagai Ketua Umum pada Kongres 2025.
 
Aksi ini, menurut Sekretaris DPC Surabaya Baktiono, bukanlah yang pertama kali dilakukan, melainkan pengulangan dari perjuangan masa lalu saat PDIP menghadapi intervensi Orde Baru.
 
Loyalitas serupa juga diungkapkan oleh DPC PDIP Kota Tarakan dan Kota Depok, yang secara tegas menyatakan dukungan penuh untuk Megawati memimpin hingga 2030.
 
Kongres VI PDIP, yang awalnya dijadwalkan pada April 2025, sempat mengalami penundaan karena padatnya agenda politik nasional pada 2024, termasuk Pemilu Legislatif, Pilpres, dan Pilkada serentak.
 
Puan Maharani menegaskan bahwa kongres tetap akan digelar pada 2025, meski tanggal pastinya masih menunggu keputusan DPP dan Megawati.
 
Kota Solo, Jawa Tengah, menjadi kandidat kuat sebagai tuan rumah, dengan dukungan penuh dari DPC PDIP setempat yang menilai kota tersebut memiliki fasilitas memadai untuk acara sebesar kongres.
 
 
Selain pengukuhan Megawati sebagai Ketua Umum, Kongres 2025 juga akan menjadi ajang untuk menetapkan program dan sikap politik partai menghadapi pemerintahan baru di bawah Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
 
PDIP, yang kini berada di luar koalisi pemerintahan, memiliki peran strategis sebagai oposisi konstruktif. Megawati diberikan mandat penuh untuk menentukan sikap politik partai, termasuk bagaimana PDIP akan menjalin hubungan dengan pemerintahan ke depan.
 
Meski pernah bercanda soal keinginannya untuk pensiun dan meminta putrinya, Puan Maharani, menggantikan posisinya, Megawati tampaknya masih menjadi figur yang dianggap mampu menjaga kesatuan dan kekuatan PDIP.
 
Politikus senior seperti Ganjar Pranowo bahkan menyatakan bahwa mayoritas kader di tingkat bawah menginginkan Megawati tetap memimpin, mencerminkan “suara dari bawah” yang kuat.
 
Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat juga menegaskan bahwa agenda utama kongres adalah mengukuhkan kembali Megawati sebagai pemimpin partai.
 
Dengan dukungan luas dari kader dan pengalaman politik yang tak diragukan, Megawati Soekarnoputri tampaknya akan tetap menjadi nahkoda PDIP pada Kongres 2025.
 
Posisinya tidak hanya mencerminkan loyalitas kader, tetapi juga peran krusialnya dalam menjaga identitas ideologis PDIP sebagai partai yang berpihak pada rakyat kecil dan memperjuangkan demokrasi.
 
Seperti yang dikatakan Megawati sendiri, “PDIP adalah pejuang demokrasi” dengan “api perjuangan yang tak kunjung padam.” Kongres 2025 akan menjadi bukti bahwa, setidaknya untuk periode mendatang, Megawati tetap menjadi figur yang tak tergantikan di tubuh partai banteng.
 
Editor : Elna Malika
#kader aisyiyah #solidaritas #partai aceh #Orde Baru Kembali Tumbang #konsistensi #ganjar pranowo #DPC #gibran #radar nganjuk berita hari ini #2025 #djarot saiful hidayat #Banteng Bulatkan Tekad #pdip #simbol kekuatan #megawati #pasca #pemimpin #reformasi #prabowo #kongres #politik #solo #puan maharani #utama