JP Radar Nganjuk - Bandara Internasional Dhoho di Kediri, Jawa Timur, telah menjadi sorotan sejak diresmikan pada 18 Oktober 2024.
Dibangun dengan investasi Rp12 triliun oleh PT Surya Dhoho Investama, anak perusahaan PT Gudang Garam Tbk, bandara ini diharapkan menjadi pusat konektivitas baru di wilayah selatan Jawa Timur.
Salah satu rute yang banyak dinantikan adalah penerbangan langsung Kediri-Denpasar, mengingat Bali merupakan destinasi wisata utama.
Namun, hingga Mei 2025, status rute ini masih belum jelas: apakah akan segera terwujud atau hanya sebatas wacana?
Sejak awal operasionalnya pada April 2024, Bandara Dhoho telah melayani rute domestik seperti Kediri-Jakarta oleh Citilink dan Kediri-Balikpapan oleh Super Air Jet.
Rencana untuk membuka rute Kediri-Denpasar telah digaungkan sejak pertengahan 2024.
Pada Juni 2024, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengungkapkan bahwa rute ini akan segera dioperasikan, bekerja sama dengan Lion Air.
Super Air Jet juga menunjukkan ketertarikan untuk membuka rute ini, dengan Direktur Operasi Boentoro Suharianto menyatakan optimismenya terhadap potensi penumpang.
Bahkan, kabar beredar bahwa penerbangan Kediri-Denpasar akan dimulai pada 1 Agustus 2024, bersamaan dengan rute lain seperti Kediri-Makassar dan Kediri-Banjarbaru
Namun, hingga kini, rute Kediri-Denpasar belum juga terealisasi. Berdasarkan informasi terbaru, Bandara Dhoho saat ini hanya melayani satu rute aktif, yaitu Kediri-Jakarta, yang dioperasikan Citilink dua kali seminggu (Rabu dan Jumat).
Rute Kediri-Balikpapan yang sebelumnya dioperasikan Super Air Jet telah dihentikan, menyisakan kekecewaan bagi masyarakat yang berharap bandara ini semakin ramai.
Laporan dari Desember 2024 menyebutkan bahwa rencana pembukaan rute baru, termasuk Kediri-Denpasar, masih terhambat karena maskapai sedang melakukan kajian lebih lanjut terkait kelayakan operasional dan rotasi pesawat.
Beberapa faktor tampaknya menjadi penyebab tertundanya rute Kediri-Denpasar. Pertama, maskapai seperti Lion Air dan Super Air Jet masih mempertimbangkan potensi jumlah penumpang dan efisiensi operasional.
Kedua, General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Dhoho, I Nyoman Noer Rohim, menjelaskan bahwa penambahan rute baru memerlukan proses panjang, termasuk koordinasi dengan bandara tujuan dan penyesuaian jadwal pesawat.
Ketiga, meskipun Bandara Dhoho memiliki fasilitas kelas internasional dengan landasan pacu yang mampu menampung pesawat berbadan lebar seperti Boeing 777-300ER, tingkat okupansi penumpang masih perlu ditingkatkan untuk menarik lebih banyak maskapai.
Meski belum ada kepastian, harapan untuk rute Kediri-Denpasar tetap ada. Bupati Hanindhito aktif mendorong promosi bandara melalui kerja sama dengan daerah sekitar, seperti Ponorogo dan Trenggalek, untuk menggelar event pariwisata guna meningkatkan minat penumpang.
Selain itu, Bandara Dhoho juga sedang mempersiapkan rute internasional, khususnya Kediri-Jeddah untuk penerbangan umrah, yang dijadwalkan mulai Oktober 2024 oleh Citilink.
Keberhasilan rute internasional ini bisa menjadi katalis untuk membuka rute domestik baru, termasuk ke Denpasar.
Saat ini, rute Kediri-Denpasar masih berada di ranah rencana. Meskipun ada minat dari maskapai dan dukungan dari pemerintah daerah, belum ada jadwal pasti pelaksanaannya.
Informasi dari situs penjualan tiket online menunjukkan bahwa tiket untuk rute ini belum tersedia, mengindikasikan bahwa peluncuran belum akan terjadi dalam waktu dekat.
Namun, dengan potensi wisata Bali yang besar dan kebutuhan konektivitas dari wilayah Selingkar Wilis, rute ini memiliki peluang besar untuk diwujudkan jika maskapai dapat menyelesaikan kajian mereka dan melihat viabilitas ekonomi yang memadai.
Rute penerbangan Kediri-Denpasar di Bandara Dhoho belum terlaksana hingga Mei 2025, meskipun telah direncanakan sejak pertengahan 2024.
Kendala operasional dan kajian maskapai menjadi faktor utama penundaan. Meski begitu, prospek rute ini tetap cerah mengingat potensi penumpang dan dukungan infrastruktur bandara.
Masyarakat Kediri dan sekitarnya masih harus bersabar, namun dengan langkah strategis dari pengelola dan pemerintah daerah, rute ini bisa menjadi kenyataan dalam waktu yang tidak terlalu lama.
Editor : Elna Malika