JP Radar Nganjuk – Dunia olahraga basket Indonesia diguncang kabar mengejutkan dari luar lapangan. Jarred Dwayne Shaw, pebasket asing asal Amerika Serikat resmi ditangkap aparat kepolisian akibat keterlibatannya dalam kasus penyelundupan narkotika dalam bentuk permen karet ganja
Shaw, yang dikenal sebagai pemain yang memperkuat klub Tangerang Hawks di Indonesian Basketball League (IBL), membuat publik tercengang setelah kedapatan menerima kiriman paket berisi 132 butir permen bermerek ‘Vita Bite’ dari Thailand.
Tak disangka, permen tersebut bukan sembarang camilan, melainkan permen yang mengandung Delta-9 THC (tetrahydrocannabinol), senyawa aktif yang terdapat dalam ganja.
Penangkapan dilakukan oleh tim Satresnarkoba Polresta Bandara Soekarno-Hatta pada Rabu malam (7/5), sekitar pukul 21.47 WIB, di sebuah apartemen elite kawasan Cisauk, Tangerang.
Shaw langsung diamankan sesaat setelah mengambil paket yang telah lama dipantau oleh pihak bea cukai.
Setelah diselidiki, polisi menemukan bahwa permen ganja itu ternyata dikirim oleh rekan lamanya, seorang warga negara Thailand.
Diduga kuat, Shaw dan sang pengirim sudah merencanakan aksi penyelundupan ini dengan rapi. Paket tersebut bahkan sempat disamarkan sebagai suplemen kesehatan biasa agar lolos dari pemeriksaan.
Dalam pemeriksaan, Shaw mengaku awalnya hanya ingin mengonsumsi permen tersebut untuk relaksasi pasca latihan berat.
Namun, polisi menemukan fakta mengejutkan bahwa ia juga berniat membagikan permen tersebut kepada sesama atlet di Tanah Air.
Bahkan, ada rencana pengiriman berikutnya dalam jumlah lebih besar jika pengiriman pertama sukses lolos.
Kini, pebasket bertinggi 211 cm itu harus berhadapan dengan jerat hukum berat. Ia dikenai pasal berlapis terkait peredaran narkotika golongan I dengan ancaman hukuman penjara minimal enam tahun dan maksimal seumur hidup atau bahkan hukuman mati.
Pihak klub Tangerang Hawks masih belum memberikan komentar resmi. Namun, kabar penangkapan Shaw ini sontak menjadi sorotan publik dan media, bahkan sempat jadi trending topik pencarian internet Kamis pagi.
Polisi menetapkan Jarred sebagai pelaku tunggal di Indonesia. Sementara rekannya yang ada si Thailand menjadi pemasok utama.
Penulis: Rozita Nur Azizah
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira