JP Radar Nganjuk – Massa membakar rumah serta kendaraan Kepala Desa Gunung Agung, Kecamatan Terusan Nyai, Lampung Tengah pada Sabtu (17/5). Tindakan nekat ini tentu saja disebabkan oleh sebuah alasan yang menyulut amarah warga.
Kejadian ini bermula dari dugaan bahwa Kepala Desa Gunung Agung, Sukardi, telah menyelewengkan 4 ton baras bansos (bantuan sosial).
400 karung beras bansos yang seharusnya untuk warga tersebut diduga dijual oleh Sukardi ke sebuah pondok pesantren di Wilayah Tulangbawang Barat dengan harga Rp 36 juta.
Kondisi semakin memanas setelah seorang warga yang bernama Deki mengatakan bahwa ia melihat secara langsung sejumlah karung beras dikeluarkan dari kantor kepala desa pada malam hari.
Setelahnya Deki dan teman temannya yang menyaksikan hal tersebut langsung mengikuti kendaraan pengangkut hingga ke lokasi tujuan.
Deki mengaku bahwa bantuan sosial berupa beras ini memang sering bermasalah. Akibatnya warga miskin di wilayah tersebut terlambat bahkan telat mendapat jatahnya.
“Bantuan beras di kampung kami memang selalu bermasalah, sudah 4 kali ini bantuan beras untuk warga miskin di daerah kami tidak jelas larinya kemana,” ungkap Deki.
Kemarahan warga tak bisa dibendung ketika isu tersebut akhirnya memicu konfrontasi. Cekcok antara sejumlah warga dan pihak yang disebut sebagai keluarga Sukardi pun tak terelakkan.
Dalam bentrok tersebut, seorang warga dikabarkan tewas akibat luka tikam. Tragedi ini menjadi pemantik utama ledakan amarah massa.
Tanpa bisa dihentikan, ratusan warga menyerbu rumah Sukardi. Dalam waktu singkat, rumah tersebut dilalap api, disusul dengan pembakaran mobil dan sepeda motor miliknya. Api membubung tinggi, dan suara kemarahan warga bergema di seluruh penjuru kampung.
Beruntung, istri dan anak Sukardi berhasil diselamatkan oleh petugas kepolisian yang cepat turun ke lokasi. Mereka kini diamankan di tempat yang dirahasiakan demi keselamatan.
Kapolsek Iptu Daniel Hamidi membenarkan kejadian tersebut. “Saat ini kami telah mengamankan pelaku penikaman dan sedang menyelidiki dugaan penyelewengan bansos oleh oknum kepala kampung,” tegasnya.
Peristiwa ini menjadi sorotan hingga ke tingkat kabupaten. Anggota DPRD Lampung Tengah dijadwalkan akan turun ke lapangan untuk memfasilitasi mediasi dan mendalami laporan warga. Masyarakat berharap aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus ini secara adil dan transparan.
Penulis: Rozita Nur Azizah
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira