Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

CPNS 2025 Untuk Lulusan SMA. Gaji Hingga 10 Juta per Bulan

Jauhar Yohanis • Kamis, 22 Mei 2025 | 23:10 WIB

Lulusan SMA bisa jadi PNS dengan gaji besar
Lulusan SMA bisa jadi PNS dengan gaji besar

Pemerintah tengah bersiap membuka kembali seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2025. Meski tanggal resminya belum diumumkan, satu hal menarik perhatian publik sejak dini: formasi bagi lulusan SMA/SMK tetap tersedia, bahkan dengan tawaran gaji hingga Rp10 juta per bulan.

Di tengah dominasi narasi bahwa hanya sarjana yang layak masuk birokrasi, keberadaan formasi untuk lulusan sekolah menengah menjadi oase bagi kalangan muda non-perguruan tinggi yang selama ini kerap tersisih dari peluang kerja formal. Terlebih, sektor swasta pun makin kompetitif dan kadang tidak memberikan jaminan kerja jangka panjang.

Lulusan SMA Bukan Kelas Dua

Sudah saatnya kita mengubah cara pandang terhadap lulusan SMA/SMK. Mereka bukan kelas dua dalam pasar kerja. Banyak posisi penting dalam struktur pemerintahan yang dapat dijalankan dengan baik oleh lulusan menengah, seperti penjaga tahanan, teknisi akuakultur, atau pemadam kebakaran—pekerjaan yang memerlukan ketangguhan, keterampilan teknis, dan loyalitas, bukan gelar akademik.

Tak hanya itu, lembaga seperti Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) bahkan membuka formasi teknis seperti pengendali ekosistem hutan atau penata laksana penyehatan lingkungan untuk lulusan SMA, dengan rentang gaji yang cukup mencengangkan: Rp5–10 juta per bulan. Ini menunjukkan bahwa profesionalisme dan kontribusi tidak selalu berkorelasi dengan ijazah sarjana.

Pemerataan Peluang, Bukan Janji Semu

Kehadiran formasi CPNS untuk lulusan SMA juga menjadi simbol pemerataan peluang sosial dan ekonomi. Di berbagai daerah, terutama luar Jawa, akses ke pendidikan tinggi masih menjadi tantangan. Maka, memberi ruang ASN bagi lulusan SMA adalah bentuk nyata mobilitas sosial vertikal—di mana anak petani atau buruh bisa menjadi abdi negara dengan penghasilan layak dan martabat baru di mata masyarakat.

Namun tentu, peluang ini tidak boleh berhenti di angka kuota. Pemerintah harus memastikan bahwa proses rekrutmen berjalan transparan, adil, dan bebas dari praktik nepotisme atau titipan. Jangan sampai formasi yang seolah terbuka justru hanya memperpanjang daftar kekecewaan mereka yang sudah berharap.

Membangun ASN dari Bawah

Jika negara ingin membangun birokrasi yang kuat, maka pondasinya harus diperkuat. ASN dari jenjang menengah bisa menjadi tulang punggung di level operasional—mereka yang langsung bersentuhan dengan masyarakat, bekerja di lapangan, dan memahami dinamika lokal. Justru pada mereka itulah wajah negara terlihat paling nyata.

Sudah waktunya kita berhenti melihat ASN sebagai birokrat menara gading. CPNS 2025 adalah momentum untuk menempatkan rakyat biasa ke dalam sistem, memberi mereka ruang tumbuh, dan menunjukkan bahwa menjadi pelayan negara tak harus lewat bangku universitas.

Editor : Jauhar Yohanis
#gaji 10 juta #CPNS 2025 #Lulusan SMA atau SMK