Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Lifestyle Seni & Budaya Opini Khazanah Video

Seluruh Korban Longsor di Trenggalek Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Resmi Ditutup

Elna Malika • Minggu, 25 Mei 2025 | 21:20 WIB
Tim SAR gabungan, berhasil menemukan korban longsor
Tim SAR gabungan, berhasil menemukan korban longsor

JP Radar Nganjuk – Operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) terhadap korban longsor di Dusun Kebonagung, Desa Depok, Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, resmi dihentikan pada Sabtu, 24 Mei 2025.

Enam korban yang sebelumnya dilaporkan hilang akhirnya berhasil ditemukan, namun seluruhnya dalam kondisi meninggal dunia.

Peristiwa tragis ini terjadi pada Senin sore, 19 Mei 2025, dan meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban serta warga sekitar.

Longsor yang dipicu oleh hujan deras tersebut menyebabkan kerusakan pada 10 rumah warga, dengan tiga rumah di antaranya tertimbun material longsor.

Keenam korban yang ditemukan merupakan anggota dari satu keluarga, yang menambah kesedihan dalam musibah ini.

Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, serta para relawan bekerja keras tanpa mengenal lelah selama beberapa hari untuk menemukan para korban.

Dua korban pertama, Yatemi (70) dan Misinem (90), ditemukan pada Kamis, 22 Mei 2025, di bawah reruntuhan rumah mereka.

Pencarian sempat terkendala cuaca buruk, karena hujan deras menimbulkan risiko longsor susulan.

Namun, pada Sabtu, 24 Mei 2025, empat korban lainnya berhasil ditemukan, sehingga operasi pencarian pun resmi dihentikan.

Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit, menyatakan bahwa setelah seluruh korban ditemukan, fokus selanjutnya akan diarahkan pada pembersihan material longsor untuk mencegah potensi dampak lanjutan.

Seluruh jenazah telah dievakuasi ke Rumah Sakit Daerah Trenggalek untuk proses identifikasi dan visum oleh pihak kepolisian.

Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, melalui akun Instagram resminya (@avinml), menginstruksikan agar tim gabungan segera mengambil langkah-langkah untuk mengurangi risiko longsor susulan.

“Kami kerahkan seluruh sumber daya untuk evakuasi dan pencegahan bencana lanjutan. Terima kasih kepada tim SAR dan para relawan atas dedikasi dan kerja kerasnya,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban dan mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana di tengah cuaca ekstrem.

Tragedi ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana alam, khususnya di musim hujan.

Pemerintah daerah kini tengah memperkuat upaya mitigasi bencana, termasuk pembersihan material longsor dan penilaian risiko di wilayah rawan.

Masyarakat diharapkan aktif melaporkan potensi bahaya serta mendukung langkah-langkah pencegahan agar musibah serupa tidak terjadi kembali.

 

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#trenggalek #sar surabaya #Resmi dihentikan #radar nganjuk berita hari ini #korban longsor #sar #cuaca #bupati