Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Kabar Buruk! Dampak MenPAN-RB Prioritaskan Penyelesaian Pengangkatan ASN 2024, Tidak Ada Seleksi CPNS 2025

Elna Malika • Selasa, 27 Mei 2025 | 23:00 WIB
Peserta CPNS sedang mengikuti tes
Peserta CPNS sedang mengikuti tes

JP Radar Nganjuk - Pemerintah Indonesia memutuskan untuk tidak menggelar seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) pada tahun 2025.
 
Fokus utama saat ini adalah menyelesaikan proses pengangkatan Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk formasi tahun 2024, yang masih berlangsung hingga pertengahan dan akhir tahun 2025.
 
Keputusan ini diambil untuk memastikan efisiensi administrasi dan menghindari tumpang tindih proses seleksi.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB), Rini Widyantini, menjelaskan bahwa proses pengangkatan CPNS dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2024 masih memerlukan perhatian besar.
 
“Jumlah CPNS dan PPPK 2024 tahap 1 yang harus diselesaikan 1 Juni serta 1 Oktober mencapai 1 juta lebih,” ungkap Rini, menegaskan besarnya beban administrasi yang sedang ditangani pemerintah.
 

Menurut Rini, membuka seleksi CPNS baru di tahun 2025 sebelum menyelesaikan proses 2024 akan membebani sistem kepegawaian.
 
Ia menyatakan, secara tidak langsung, bahwa efisiensi menjadi prioritas utama.
 
“Kalau dibuka lagi di 2025 tanpa menyelesaikan yang lama, bakal menumpuk beban administrasi dan bikin sistem jadi tidak efisien,” katanya, menyoroti pentingnya menyelesaikan tahapan yang sedang berjalan.

Proses pengangkatan ASN 2024 mencakup lebih dari satu juta formasi, dengan rincian 1.006.153 kursi untuk PPPK secara nasional.
 
Dari jumlah tersebut, sebanyak 676.482 tenaga honorer telah dinyatakan lulus pada tahap pertama PPPK 2024.
 
 
Proses ini ditargetkan selesai untuk CPNS pada Juni 2025, sedangkan PPPK akan rampung pada Oktober 2025, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

Rini juga menekankan bahwa pemerintah sedang melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kebutuhan ASN nasional.
 
“Kami sedang menghitung ulang kebutuhan pegawai ASN secara nasional,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa penataan ini mencakup pemetaan kompetensi dan penyesuaian dengan dinamika organisasi pemerintahan serta prioritas kebijakan nasional.
 
Langkah ini diambil untuk memastikan rekrutmen ASN selaras dengan kebutuhan riil.

Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Zudan Arif Fakrullah, turut mendukung pernyataan MenPAN-RB.
 
 
Ia menegaskan bahwa fokus saat ini adalah menyelesaikan seluruh tahapan pengangkatan CASN 2024.
 
“Saat ini, BKN masih berkonsentrasi untuk menyelesaikan seluruh proses yang berkaitan dengan CASN 2024,” kata Zudan, menunjukkan bahwa belum ada rencana konkret untuk seleksi CPNS 2025.

Keputusan untuk menunda seleksi CPNS 2025 menuai perhatian publik, terutama di kalangan pencari kerja dan tenaga honorer.
 
Rini mengimbau masyarakat untuk tidak terpengaruh informasi yang belum valid dan hanya mengacu pada pengumuman resmi dari KemenPAN-RB atau BKN.
 
“Proses seleksi CASN 2024 harus kami selesaikan terlebih dahulu,” tegasnya, meminta masyarakat untuk bersabar menanti kepastian lebih lanjut.
 

Meski seleksi CPNS 2025 belum dipastikan, ada sinyal bahwa pemerintah akan mempertimbangkan pembukaan seleksi di masa mendatang setelah evaluasi selesai.
 
Untuk saat ini, prioritas pemerintah adalah memastikan pengangkatan ASN 2024 berjalan tertib dan efisien.
 
Masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi resmi melalui kanal KemenPAN-RB dan BKN guna mendapatkan pembaruan terkait kebijakan ini.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#pppk #Menpan-RB #2024 #Pengangkatan ASN #radar nganjuk berita hari ini #2025 #cpns #formasi #bkn