JP Radar Nganjuk - Suasana pagi di kawasan Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, mendadak gempar usai ditemukannya jasad seorang pria yang tergeletak di area kantor pusat Bank Indonesia (BI), Senin (26/5), sekitar pukul 06.30 WIB.
Pria berinisial RK (24), yang diketahui sebagai pegawai Bank Indonesia, diduga mengakhiri hidupnya dengan cara melompat dari helipad di atap gedung.
Peristiwa tragis ini dengan cepat menyebar di media sosial dan memantik perhatian publik.
Peristiwa tragis ini dengan cepat menyebar di media sosial dan memantik perhatian publik.
Dugaan sementara, korban melakukan bunuh diri, namun kepolisian masih melakukan penyelidikan menyeluruh guna memastikan motif sebenarnya.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Muhammad Firdaus, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut bahwa insiden itu terekam kamera CCTV yang terpasang di gedung.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Muhammad Firdaus, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut bahwa insiden itu terekam kamera CCTV yang terpasang di gedung.
Baca Juga: Tragedi KA Malioboro Ekspres Tabrak Tujuh Motor: Petugas Palang Pintu Ditetapkan sebagai Tersangka
“Iya, dugaan sementara bunuh diri. Korban laki-laki. Kejadian terekam di CCTV,” ungkap Firdaus saat dikonfirmasi, Selasa (27/5).
Rekaman CCTV tersebut kini menjadi bukti awal dalam penyelidikan, yang menunjukkan bahwa aksi tersebut dilakukan secara sadar oleh korban.
Informasi soal kejadian ini pertama kali muncul lewat unggahan di media sosial X oleh akun anonim @DirekturBI.
Rekaman CCTV tersebut kini menjadi bukti awal dalam penyelidikan, yang menunjukkan bahwa aksi tersebut dilakukan secara sadar oleh korban.
Informasi soal kejadian ini pertama kali muncul lewat unggahan di media sosial X oleh akun anonim @DirekturBI.
Dalam narasinya, disebutkan bahwa RK nekat mengakhiri hidup karena tekanan pekerjaan yang berat.
“Pagi ini ada pegawai Bank Indonesia yang bunuh diri dari helipad pukul 06.30. Inisial RK, umur 24 tahun. Kabarnya karena beban kerja dan tekanan,” tulis akun tersebut sebelum akhirnya dihapus.
Baca Juga: Gempa 5,7 SR Goyang Pacitan, Getaran Dirasakan Hingga Nganjuk
Namun, pihak kepolisian belum bisa mengonfirmasi kebenaran narasi tersebut. “Motifnya belum bisa disimpulkan. Masih dalam proses penyelidikan,” lanjut Firdaus.
Namun, pihak kepolisian belum bisa mengonfirmasi kebenaran narasi tersebut. “Motifnya belum bisa disimpulkan. Masih dalam proses penyelidikan,” lanjut Firdaus.
Pihak kepolisian juga belum mempublikasikan unit kerja atau latar belakang lengkap korban demi menjaga integritas proses investigasi.
Di sisi lain, suasana duka menyelimuti internal Bank Indonesia. Seorang rekan kerja korban yang enggan disebutkan namanya hanya memberikan respons singkat, “Mohon didoakan saja,” ujarnya saat dihubungi Bloomberg Technoz.
Tragedi ini menambah daftar kasus dugaan bunuh diri yang melibatkan pegawai sektor perbankan dalam beberapa tahun terakhir.
Di sisi lain, suasana duka menyelimuti internal Bank Indonesia. Seorang rekan kerja korban yang enggan disebutkan namanya hanya memberikan respons singkat, “Mohon didoakan saja,” ujarnya saat dihubungi Bloomberg Technoz.
Tragedi ini menambah daftar kasus dugaan bunuh diri yang melibatkan pegawai sektor perbankan dalam beberapa tahun terakhir.
Sebelumnya, pada Desember 2024, seorang karyawan bank milik negara ditemukan meninggal dunia di ruas tol Dumai, yang juga diduga akibat tekanan pribadi dan kesehatan mental yang terganggu.
Kondisi ini kembali memunculkan sorotan publik terhadap pentingnya dukungan kesehatan mental di lingkungan kerja.
Banyak kalangan menilai bahwa tekanan pekerjaan yang tinggi, beban target, hingga jam kerja panjang bisa berkontribusi pada krisis psikologis karyawan.
Kini, kepolisian bekerja sama dengan jajaran Polsek Gambir untuk menelusuri lebih dalam.
Kini, kepolisian bekerja sama dengan jajaran Polsek Gambir untuk menelusuri lebih dalam.
Sejumlah saksi telah dimintai keterangan dan rekaman tambahan dari berbagai sudut CCTV gedung juga sedang dianalisis.
Polisi mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan spekulasi atau asumsi yang belum terverifikasi.
Polisi mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan spekulasi atau asumsi yang belum terverifikasi.
Baca Juga: Kemnaker Berencana Hilangkan Batasan Usia dan Kriteria Good Looking dalam Rekrutmen Kerja
Semua pihak diharapkan memberikan ruang bagi proses hukum dan penyelidikan berjalan secara profesional.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Bank Indonesia belum mengeluarkan pernyataan resmi.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Bank Indonesia belum mengeluarkan pernyataan resmi.
Namun publik menantikan adanya langkah konkret dari institusi tersebut untuk memperkuat sistem dukungan psikologis bagi para karyawannya.
Peristiwa ini menjadi peringatan penting bahwa persoalan kesehatan mental di tempat kerja tak bisa lagi dipandang sebelah mata.
Peristiwa ini menjadi peringatan penting bahwa persoalan kesehatan mental di tempat kerja tak bisa lagi dipandang sebelah mata.
Kesadaran kolektif dan sistem pendukung internal sangat dibutuhkan agar tragedi serupa tidak kembali terulang.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira