Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Pantauan Harga BBM Juni 2025: Pertamina, Shell, dan Vivo Alami Kenaikan atau Stabil?

Redaksi Radar Nganjuk • Senin, 2 Juni 2025 | 03:00 WIB
Dirut PT Pertamina Patra Niaga Jadi Tersangka Oplos BBM RON 90 jadi RON 92
Dirut PT Pertamina Patra Niaga Jadi Tersangka Oplos BBM RON 90 jadi RON 92

JP Radar Nganjuk– Memasuki awal Juni 2025, harga bahan bakar minyak (BBM) dari tiga operator besar di Indonesia Pertamina, Shell, dan Vivo masih menunjukkan tren stabil.

Tak ada penyesuaian signifikan sejak perubahan harga terakhir yang terjadi pada 1 Maret 2025.

Berdasarkan data yang dihimpun dari situs resmi dan laporan media, berikut rincian harga BBM terbaru:

Baca Juga: KPK Usut Dugaan Gratifikasi di Kementerian PUPR Terkait Pesta Pernikahan Anak Pejabat

Harga BBM di SPBU Pertamina

Untuk jenis BBM subsidi, Solar tetap berada di harga Rp6.800 per liter. Sementara Pertalite (RON 90) dijual Rp10.000 per liter.

BBM non-subsidi seperti Pertamax (RON 92)masih berada di kisaran Rp12.900 per liter.

Pertamax Turbo (RON 98)dijual Rp14.000, dan Pertamax Green 95 yang merupakan varian ramah lingkungan, dilepas dengan harga Rp13.700 per liter.

Untuk solar nonsubsidi, Dexlite dibanderol Rp14.300, sedangkan Pertamina Dex sedikit lebih mahal, yakni Rp14.600 per liter.

Harga BBM Shell

Shell juga belum melakukan perubahan harga sejak Maret lalu. Shell Super (RON 92) dibanderol Rp13.590, Shell V-Power (RON 95) Rp14.060, dan Shell V-Power Nitro+ (RON 98) dilepas di angka Rp14.240.

Untuk diesel, Shell V-Power Diesel dijual Rp14.760 per liter.

Harga BBM Vivo

Di SPBU Vivo, Revvo 90 dijual Rp13.200 per liter setelah mengalami penurunan harga sebesar Rp190 pada Maret lalu.

Revvo 92 dijual Rp13.590 dan Revvo 95 Rp14.060. Sedangkan untuk Diesel Primus Plus, harga tetap di Rp14.760.

Meski belum ada sinyal akan adanya penyesuaian harga pada Juni ini, masyarakat diimbau untuk terus mengikuti pengumuman resmi dari masing-masing perusahaan.

Tren harga minyak dunia dan kebijakan fiskal pemerintah masih menjadi faktor penentu utama ke depan.

Penulis: Effa Desiana Hidayah

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#shell #berita nganjuk hari ini #bbm #harga bbm