JP Radar Nganjuk – Perseteruan panas antara NewJeans dan agensinya, ADOR, hingga kini tak kunjung terlihat menemukan titik teran. Dalam sidang kedua yang digelar di Pengadilan Distrik Pusat Seoul, Kamis (5/6) hari ini, NewJeans dengan tegas menolak tawaran penyelesaian secara damai dengan agensinya.
Penolakan NewJeans atas tawaran tersebut disampaikan melalui kuasa hukum NewJeans, menggantikan para member yang tidak hadir di persidangan.
Majelis hakim sempat membuka peluang damai sebagai bentuk mediasi antara kedua belah pihak, namun kuasa hukum NewJeans menegaskan bahwa hancurnya hubungan yang terjadi antara para member dan pihak manajemen telah terlalu dalam dan tak bisa diperbaiki lagi.
"Hubungan kepercayaan telah benar-benar runtuh. Ini seperti menyeberangi sungai yang tidak bisa kembali. Meskipun kami akan berkonsultasi dengan klien kami, penyelesaian (secara damai) sangat tidak mungkin untuk terjadi." ujar kuasa hukum dari NewJeans di hadapan majelis hakim.
Sementara itu, perwakilan dari ADOR masih menyatakan keterbukaan untuk berdamai, namun mereka memilih untuk menunggu keputusan resmi dari pengadilan sebelum mengambil langkah lebih lanjut. “setelah pengadilan mencapai kesimpulan,” ujar juru bicara ADOR.
Dalam sidang sebelumnya, pengadilan mengeluarkan putusan yang secara resmi melarang kelima member NewJeans untuk melakukan aktivitas di dunia hiburan secara individu tanpa seizin dari ADOR. Putusan ini bahkan disertai ancaman denda sebesar 1 miliar won Korea Selatan, atau hampir mencapai Rp 12 juta.
Dengan tidak tercapainya kesepakatan damai dan masing-masing pihak tetap pada pendiriannya, sidang lanjutan dijadwalkan akan kembali digelar pada tanngal 24 Juli mendatang.
Penulis: Nabila Syifa'ul Fuada Lii Dzikrilla
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira