Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Dikecam di Media Sosial, Tambang Nikel di Raja Ampat Justru Didukung Warga lokal? 

Diana Yunita Sari • Selasa, 10 Juni 2025 | 17:07 WIB
Tambang di Raja Ampat (foto: Antara)
Tambang di Raja Ampat (foto: Antara)

Isu mengenai operasi tambang nikel yang terjadi di wilayah Raja Ampat masih menjadi sorotan dan perbincangan publik. Tokoh politisi seperti Susi Pudjiastuti dan sederet publik figur ikut angkat bicara mengkritisi aktivitas tambang tersebut. 

Komunitas peduli lingkungan Greenpeace membeberkan dampak buruk yang terjadi jika aktivitas tambang terus dilakukan. Mulai dari kerusakan hutan, trumbu karang, hingga terancamnya fauna endemik Indonesia. 

Di tengah kritikan yang terus berdengung, Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu menyebut bahwa adanya aktivitas tambang ini akan memberikan dampak baik bagi masyarakat sekitar pulau Gag. Elisa juga mengklaim bahwa masyarakat mendukung berlanjutnya operasi tambang tersebut. 

"Masyarakat lokal menangis minta Pak Menteri tidak menutup operasi tambang, dan harus dilanjutkan" ungkapnya pada konferensi pers, dikutip dari Jawa Pos Minggu (8/6). 

Hal tersebut juga disetujui oleh Bupati Raja Ampat, Orideko Burdam yang mengungkapkan bahwa sebagian besar warga lokal di Pulau Gag menolak ditutupnya tambang nikel di pulau mereka. Karena mata pencaharian masyarakat sebagian besar dari adanya aktivitas tambang tersebut. 

"Saya dapat pesan dari masyarakat, untuk disampaikan ke Menteri Bahlil, bahwa mereka tidak mau tambang ditutup. Itu yang diinginkan masyarakat" ungkapnya kepada wartawan di Sorong pada Senin (9/6). 

Senada dengan Gubernur dan Bupati, warga lokal bernama Lukman Harun yang sehari-harinya sebagai nelayan di Pulau Pelugak menyebutkan bahwa pemberitaan di media tentang rusaknya kualitas air akibat tambang tidaklah benar. 

"Air tidak berubah bahkan sejak puluhan tahun yang lalu. Sejak ada tambang, ikan-ikan tangkapan tidak berubah, kalau dimakan sendiri juga aman" ucap Lukman dikutip dari Jawa Pos pada Selasa (10/6).

Editor : Jauhar Yohanis
#elisa kambu #Bupati Raja Ampat #gubernur papua barat daya #raja ampat #Orideko Burdam #tambang raja ampat #tambang nikel di raja ampat