Tentara Nasional Indonesia tahun ini berencana akan menambah prajurit sebanyak 24 ribu orang, yang tujuannya untuk menjadi bagian dibentuknya Batalyon Teritorial Pembangunan oleh Angkatan Darat (AD). Batalyon tersebut nantinya akan tersebar di seluruh Indonesia, yang bertujuan untuk mendukung pembangunan dan stabilitas 514 kota dan kabupaten.
Brigjen TNI Wahyu Yudhayana, Kepala Dinas Penerangan TNI AD mengatakan bahwa Batalyon Teritorial Pembangunan masing-masing akan berada di atas lahan seluas 30 hektar. Setiap Batalyon juga akan dilengkapi kompi-kompi yang berspesifikasi khusus.
“Kompi itu secara langsung yang menjawab kebutuhan masyarakat” ucap Wahyu dikutip dari Jawa Pos pada Selasa, (10/6).
Wahyu juga menjelaskan bahwa kompi-kompi yang dimaksud adalah kompi peternakan untuk menguatkan penyediaan protein hewani, kompi pertanian untuk mendukung swasembada nasional dan ketahanan pangan, kompi medis sebagai pionir mitigasi bencana dan layanan kesehatan masyarakat, serta kompi zeni yang difokuskan untuk pembangunan sarpras yang diutamakan di daerah rawan bencana dan terpinggir.
“Prajurit TNI tidak hanya siap tempur, tapi juga kekuatan pembangunan dan bermanfaat untuk msyarakat” terangnya.
Berdasarkan rencana tersebut, Wahyu melanjutkan bahwa TNI AD jelas membutuhkan personel tambahan atau prajurit baru. Oleh karena itu, pihaknya melakukan rekrutmen besar-besaran, terutama pada posisi tamtama.
Ia meyakini kebutuhan tersebut dapat terpenuhi, karena menurutnya semangat anak muda Indonesia untuk mengabdi sebagai TNI sangat tinggi dan dapat dibuktikan dengan data. (*)
Editor : Jauhar Yohanis