Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

4 dari 5 Izin Tambang Dicabut di Raja Ampat Kecuali PT Gag, Mengapa? Begini Penjelasan Bahlil

Diana Yunita Sari • Rabu, 11 Juni 2025 | 19:26 WIB
PT Gag Nikel (foto: Dokumentasi PT Gag)
PT Gag Nikel (foto: Dokumentasi PT Gag)

JP Radar Nganjuk- Setelah menggelar Rapat Terbatas bersama menteri-menteri yang berkaitan dengan aktivitas pertambangan di Raja Ampat, Prabowo Subianto resmi memutuskan untuk cabut 4 dari 5 izin usaha pertambangan (IUP) perusahaan tambang yang beroperasi di kawasan konservasi tersebut. Salah satu perusahaan yang tidak dicabut izinnya adalah PT Gag Nikel yang merupakan anak perusahaan PT Antam Tbk.

Bahlil Lahadalia, Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam Konferensi Pers di Istana Negara Jakarta pada Selasa 10/6) menjelaskan sejumlah alasan mmengapa izin usaha pertambangan (IUP) PT Gag tidak dicabut seperti keempat perusahaan lainnya.

Beberapa di antaranya adalah karena PT Gag telah memiliki rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB) hingga permintaan personal dari pemerintah daerah Raja Ampat yang ingin ada kemajuan di daerahnya.

“Yang mempunyai RKAB itu hanya PT Gag Nikel, yang lainnya belum mendapat RKAB," ujar Bahlil dalam konferensi pers dikutip dari Jawa Pos pada Rabu (11/6).

Rincian alasan tidak dicabutnya IUP PT Gag Nikel menurut Bahlil adalah sebagai berikut.

1. Memiliki IUP Kontrak Karya dan RKAB

Bahlil mengatakan bahwa dari kelima perusahaan, berdasarkan data yang diperoleh hanya PT Gag Nikel saja yang memiliki kontrak karya. Kontrak karya adalah sebuah perjanjian Pemerintah Indonesia dengan perusahaan milik Indonesia untuk melakukan kegiatan pertambangan bahan galian.

PT Gag juga merupakan satu-satunya perusahaan yang telah memiliki RKAB sedangkan perusahaan lain tidak diberikan. Bahlil membeberkan bahwa luas Pulau Gag adalah sekitar 13.136 hektar, dan hanya 260 hektar yang dijadikan lahan pertambangan.

Bahkan, bahlil juga mengklaim bahwa dari total keseluruhan itu, sebanyak 135 hektar sudah direklamasi atau dikembalikan ke negara.

2. Dinyatakan Tidak Menimbulkan Kerusakan Lingkungan

Bahlil memberikan klaim bahwa di Pulau Gag tidak ada kerusakan lingkungan, ia menunjukkan keadaan di sekitar pulau melalui pantauan dalam konferensi pers pada Sabtu (7/6).  Dalam video tersebut, Bahlil mengungkapkan bagaimana kondisi Pulau Gag yang tidak ada kerusakan. Rumah-rumah di pesisir pantai dan hutan hijau tanpa adanya bekas kerukan alat berat.

3. Amdal yang Baik

Dalam video yang ditampilkan di konferensi pers, bahlil menunjukkan dan memuji bahwa PT Gag memiliki Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup (Amdal) yang baik.

“ini badalah proses melakukan Amdal yang baik” ucap Menteri ESDM itu.

4. Angka Produksi Tinggi

Bahlil menyampaikan data yang mencatat bahwa PT Gag Nikel konsisten dalam produksi 3 juta WMT, dan masih terus bertahan di tahun ini. Dibandingkan dengan perusahaan lain seperti PT Kawei Sejahtera Mining yang hanya 1,3 juta WMT.

5. Permintaan Pemda Sekitar

Bahlil mengaku bahwa setelah ia mendatangi langsung lokasi tambang dan menggelar rapat bersama Gubernur Papua Barat Daya dan Bupati Raja Ampat, pihak pemda meminta untuk mempertimbangkan rencana penutupan aktivitas tambang karena ingin daerahnya maju.

“Mereka ingin daerah mereka juga maju” pungkasnya. (*)

Editor : Jauhar Yohanis
#menteri esdm #PT Gag Nikel #raja ampat #Menteri ESDM Bahlil Lahadalia #bahlil lahadalia #Raja Ampat Bahlil Tegaskan Ini