Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur memberikan iimbauan kepada seluruh perguruan pencak silat di wilayah Jatim. Ia berharap agar tetap kondusif selama momen peringatan malam satu suro.
Suroan dan Suran Agung yang berlangsung pada periode akhir bulan Juni dan awal bulan Juli.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Bidang Humas Polda Jatim, Komisaris Besar Polisi Jules Abraham Abast di Surabaya pada Rabu (25/6).
"Kami minta seluruh perguruan pencak silat di Jatim mematuhi komitmen ysng telah disepakati bersama" ucapnya dikutip dari Antara, Kamis (26/6).
Abast mengatakan bahwa pihak Polda Jatim telah mempersiapkan sekitar 21 ribu personel gabungan untuk membantu pengamanan kegiatan. Pengamanan tersebut termasuk dalam Operasi Aman Suro 2025. Dimulai pada tanggal 26 Juni dan berakhir 7 Juli.
Personel pengamaman terdiri dari aparat pemerintah daerah, TNI-Polri, dan pengamanan dari masyarakat yaitu dari anggota perguruan silat dalam Satgas Sentot Prawirodirdjo.
Dilakukannya pengamanan bertujuan untuk menjaga seluruh rangkaian kegiatan. Salah satunya kegiatan pengesahan atau kenaikan tingkat warga pencaksilat (sah-sahan). Selain itu juga untuk menjamin kenyamanan dan keamanan masyarakat selama kegiatan bulan suro ini.
Lebih lanjut, Abast menegaskan bahwa jika terdapat pelanggaran yang dapat mengganggu keamanan masyarakat, baik masyarakat umum atau antar perguruan, maka Polda Jatim akan mengambil langkah tegas.
"Polda Jatim dan TNI akan memperketat pengamanan dan melakukan penindakan hukum terhadap pelanggaran" ucapnya.
Upaya antisipasi adanya potensi kericuhan, Polda Jatim mendirikan sejumlah pos pengamanan di titik-titik rawan.
Editor : Jauhar Yohanis