Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Lifestyle Seni & Budaya Opini Khazanah Video

Fakta Lengkap Kematian Juliana Marins di Rinjani, Meninggal tak Lama Setelah Terjatuh

Diana Yunita Sari • Minggu, 29 Juni 2025 | 02:55 WIB
Hasil Autopsi Juliana Marins
Hasil Autopsi Juliana Marins

JP Radar Nganjuk - Wisatawan Brasil, Juliana Marins (27) yang dikabarkan terjatuh saat mendaki Gunung Rinjani dinyatakan meninggal dunia.

Setelah ditemukan jenazahnya dilakukan proses autopsi di Rumah Sakit Bali Mandala (RSBM). 

Dilansir dari Radar Bali, Jenazah Juliana tiba pada hari Kamis pukul 22.00 di rumah sakit milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali. 

dr Ida Bagus Putu Alit, Dokter forensik yang bertugas menangani jenazah Juliana menyampaikan bahwa di tubuh korban ditemukan luka-luka lecet yang mengindikasikan bahwa korban memang tergeser dan terbentur benda-benda tumpul.

Ditemukan juga patah tulang di beberapa bagian, terutama di bagian punggung, dada, dan paha. 

“Dari patah-patah tulang ini terjadi kerusakan pada organ dalam serta pendarahan” ungkap dr. Alit dikutip pada Sabtu (28/6). 

Dari hasil autopsi, tim forensik menyimpulkan bahwa kematian korban disebabkan oleh kekerasan benda tumpul yang menyebabkan rusaknya organ-organ dalam dan terjadi pendarahan.

Tim forensik juga menegaskan bahwa tidak ditemukan bukti atau tanda-tanda bahwa korban meninggal dalam jangka waktu lama setelah luka-luka terjadi. 

Lebih lanjut Alit mengatakan bahwa pendarahan yang dialami korban di perut dan dada cukup banyak, dan tidak ada organ seplin yaitu organ mengerut yang mengindikasi pendarahan lambat. 

“Kematian yang terjadi pada korban itu dalam jangka waktu yang singkat dari luka terjadi” ungkapnya.

 

 

Tim forensik RSBM memperkirakan kematian Juliana terjadi antara 12 sampai 24 jam berdasarkan lebam-lebam dan kaku mayatnya.

Kondisi jenazah Juliana juga belum mengalami pembusukan karena telah dimasukkan freezer. 

Berdasarkan hasil autopsi, luka paling parah yang didapatkan Juliana berada di daerah dada dan belakang punggung yang menyebabkan kerusakan organ. Jenazah masih utuh dan tidak ada bagian tubuh yang terplementasi

Ketika disinggung tentang adakah kemungkinan korban mengalami hipotermia, Alit mengatakan bahwa indikasi hipotermia diketahui dengan memeriksa cairan mata, namun hal tersebut tidak bisa dilakukan karena jenazah sudah lama. 

“Karena jenazahnya sudah lama, jadi tidak bisa periksa hipotermia tersebut” ucapnya.

Autopsi dilakukan untuk mengetahui waktu kematian korban, untuk keperluan kelengkapan dokumen pemakaman di Brasil. 

 

Editor : Miko
#Juliana Marins Meninggal #Juliana Marins #turis brasil #pendaki gunung rinjani jatuh #pendaki gunung rinjani #gunung rinjani