Kemudian, Kuasa Usaha Kedutaan Besar Korea Selatan untuk Indonesia, Park Soo-deok, merespon baik rencana Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) untuk bekerjasama dalam mengembangkan industri media dan hiburan seperti Korean-Pop (K-Pop) dan Korean Drama (K-Drama) tersebut.
Park menyampaikan bahwa Indonesia merupakan pasar yang sangat berpotensial bagi industri media dan hiburan karena jumlah populasinya yang besar.
Oleh karena itu, kolaborasi antara Korea Selatan dan Indonesia tidak hanya bertujuan untuk memperkuat budaya Korea yang terkenal dengan Korean Wave (K-Wave). Namun, juga dapat diperluas untuk membangun Indonesian Wave (I-Wave).
Perlu diketahui bahwa Indonesia juga menjadi satu-satunya negara di Asia Tenggara yang memiliki kemitraan strategis khusus dengan Korea Selatan. Park juga menekankan bahwa Indonesia merupakan negara yang sangat penting bagi Korea Selatan.
Terlebih lagi pada hari Senin 23 Juni lalu, Presiden Lee Jae-myung menyampaikan sebuah undangan kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto untuk berkunjung ke Korea Selatan yang menjadi tuan rumah untuk Konferensi Tingkat Tinggi APEC pada Oktober mendatang.
Mereka juga membahas banyak hal untuk mempererat hubungan antara kedua negara. Pembahasan kedua pemimpin negara tersebut mencakup pengembangan produksi kendaraan listrik dan sel baterai di Indonesia, pengolahan limbah, energi terbarukan, hingga dalam sektor kesehatan. Keduanya juga membahas ketegangan yang terjadi pada dunia akhir-akhir ini.
Penulis: Marta Mahasiswa Magang UIN Sunan Ampel Surabaya
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Jauhar Yohanis